Muhammad E Fuady
Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung, Indonesia.

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pola Komunikasi Digital Anonim dalam Praktik Penipuan Fitur Gift Telegram Muhammad Farhan Yusuf; Muhammad E Fuady
Bandung Conference Series: Communication Management 573 - 582
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.24600

Abstract

The development of digital communication has transformed social interaction while also creating opportunities for fraud in online transactions. Telegram's gift feature, initially used as a symbol of digital appreciation, has developed into an object of informal exchange with economic value. This study aims to analyze digital communication patterns in fraudulent practices involving Telegram's gift feature, focusing on communication stages experienced by victims, persuasive communication strategies used to build trust, and the role of anonymity and platform characteristics. This research applies a qualitative method with a netnographic approach under a constructivist paradigm. Data were collected through digital observation, in-depth interviews with victims, active users, and an expert informant, as well as documentation of digital conversations. Data analysis used the interactive model of Miles and Huberman, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings show a staged and linear communication pattern beginning with initial contact, negotiation, trust-building, transaction, and unilateral termination of communication. Perpetrators normalize transactions, use testimonials as social legitimacy, manage responses, and exploit anonymity and trace-deletion features. The study concludes that digital fraud emerges from the interaction between manipulative communication patterns and the characteristics of anonymous platforms.   Perkembangan komunikasi digital telah mengubah pola interaksi sosial sekaligus membuka peluang praktik penipuan dalam transaksi daring. Fitur gift Telegram yang semula berfungsi sebagai simbol apresiasi digital berkembang menjadi objek pertukaran informal yang memiliki nilai ekonomi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola komunikasi digital dalam praktik penipuan fitur gift Telegram, dengan fokus pada tahapan komunikasi yang dialami korban, strategi komunikasi persuasif dalam membangun kepercayaan, serta peran anonimitas dan karakteristik platform. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan netnografi dalam paradigma konstruktivisme. Data diperoleh melalui observasi digital, wawancara mendalam dengan korban, pengguna aktif, dan informan ahli, serta dokumentasi percakapan digital. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya pola komunikasi bertahap dan cenderung linear, dimulai dari kontak awal, negosiasi, pembentukan kepercayaan, transaksi, hingga penghentian komunikasi sepihak. Pelaku menormalisasi transaksi, menggunakan testimoni sebagai legitimasi sosial, mengelola respons, serta memanfaatkan anonimitas dan fitur penghapusan jejak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penipuan digital terbentuk dari interaksi antara pola komunikasi manipulatif dan karakteristik platform anonim.