Tresna Wiwitan
Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung, Indonesia.

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Coaching Literasi Digital Mentor dengan Literasi Digital Mahasiswa Magang di Jabar Saber Hoaks Muhammad Aliyudin; Tresna Wiwitan
Bandung Conference Series: Communication Management 603 - 612
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.24707

Abstract

The rapid advancement of digital technology has increased the importance of digital literacy among university students, particularly in responding to the widespread dissemination of hoaxes and misinformation. This study examines the relationship between digital literacy coaching and the digital literacy of internship students at Jabar Saber Hoaks across the technical, cognitive, and social-emotional dimensions. Albert Bandura's Social Cognitive Theory serves as the theoretical foundation, explaining how learning through observation, interaction, and experience shapes students' digital literacy. This research employed a quantitative correlational approach. The population consisted of 60 internship students during the August-October 2025 period, with 30 respondents selected using proportionate stratified random sampling. Data were collected through questionnaires, supported by interviews and documentation, and analyzed using the Pearson Product Moment correlation test. The findings revealed that digital literacy coaching has a positive, significant, and very strong relationship with students' digital literacy. The correlation coefficients were 0.908 for the technical dimension, 0.936 for the cognitive dimension, and 0.813 for the social-emotional dimension (p < 0.05). The cognitive dimension showed the strongest relationship, indicating that coaching enhances students' critical thinking, information evaluation, and fact-verification skills. These findings demonstrate that digital literacy coaching contributes significantly to improving students' digital literacy.   Perkembangan teknologi digital mendorong pentingnya peningkatan literasi digital mahasiswa, khususnya dalam menghadapi penyebaran hoaks dan misinformasi. Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan tersebut adalah melalui coaching literasi digital oleh mentor selama program magang di Jabar Saber Hoaks. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara coaching literasi digital dengan literasi digital mahasiswa magang pada dimensi technical, cognitive, dan social-emotional dengan menggunakan Teori Kognitif Sosial Albert Bandura sebagai landasan teoritis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian berjumlah 60 mahasiswa magang periode Agustus hingga Oktober 2025, dengan sampel sebanyak 30 responden yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner yang didukung wawancara dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa coaching literasi digital memiliki hubungan positif, signifikan, dan sangat kuat dengan literasi digital mahasiswa. Nilai koefisien korelasi pada dimensi technical sebesar 0,908, dimensi cognitive sebesar 0,936, dan dimensi social-emotional sebesar 0,813 dengan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05). Dimensi cognitive menunjukkan hubungan paling kuat, yang mengindikasikan bahwa coaching berkontribusi dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis, mengevaluasi informasi, serta melakukan verifikasi fakta sebelum mempercayai maupun menyebarkan informasi. Dengan demikian, coaching literasi digital berperan dalam meningkatkan literasi digital mahasiswa magang di Jabar Saber Hoaks.
Strategi Komunikasi Agensi Wisata Menghadapi Regulasi Syamsul Bachri; Tresna Wiwitan
Bandung Conference Series: Communication Management 835 - 842
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.25312

Abstract

Tourism regulatory changes in West Java, particularly Circular Letter Number 43/PK.03.04/Kesra concerning study tours in educational institutions, affect the operations and communication of travel agencies. This study aims to examine and analyze HD Holiday Tour & Travel's communication strategy in responding to regulatory change through the stages of research, planning, implementation, evaluation, and reporting and follow-up. The study is grounded in a positivist paradigm and applies a quantitative method with a quasi-qualitative approach. Data were collected through in-depth interviews with three purposively selected informants, observation of the company's Instagram account, and document analysis. Data were analyzed through reduction, display, conclusion drawing, verification, and source triangulation. The findings show that research relied on industry networks, media, associations, and official circulars; planning focused on regulatory compliance, client problem solving, and market diversification; implementation used meetings, telephone calls, WhatsApp, and vendor coordination; evaluation was based on solution acceptance, relationship continuity, and reputation; and monthly reporting was conducted, although operational case documentation remained unsystematic. The study recommends written message guidelines, evaluation indicators, structured case documentation, and a stronger educational function for Instagram.   Perubahan regulasi pariwisata di Jawa Barat, khususnya Surat Edaran Nomor 43/PK.03.04/Kesra mengenai kegiatan study tour pada satuan pendidikan, berdampak pada operasional dan komunikasi agen perjalanan wisata. Penelitian ini bertujuan mengkaji dan menganalisis strategi komunikasi HD Holiday Tour & Travel dalam menghadapi perubahan regulasi melalui tahap riset, perencanaan, implementasi, evaluasi, serta pelaporan dan tindak lanjut. Penelitian berlandaskan paradigma positivistik, menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan kuasi-kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap tiga informan yang dipilih secara purposive, observasi Instagram perusahaan, dan analisis dokumen. Data dianalisis melalui reduksi, penyajian, penarikan simpulan, verifikasi, dan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahap riset memanfaatkan jaringan industri, media, asosiasi, dan surat edaran perencanaan berfokus pada kepatuhan regulasi, penyelesaian masalah klien, dan diversifikasi pasar; implementasi dilakukan melalui pertemuan, telepon, WhatsApp, serta koordinasi vendor evaluasi didasarkan pada penerimaan solusi, keberlanjutan hubungan, dan reputasi sedangkan pelaporan telah dilakukan secara bulanan, tetapi dokumentasi kasus operasional belum sistematis. Penelitian merekomendasikan pedoman pesan tertulis, indikator evaluasi, dokumentasi kasus, dan penguatan fungsi edukasi Instagram.