Sophia Novita
Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung, Indonesia.

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Promosi Digital Instagram @Biancakartika terhadap Minat Berkunjung ke Korea Selatan Feby Nur Permata; Sophia Novita
Bandung Conference Series: Communication Management 325 - 334
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.24787

Abstract

The development of digital communication technology has revolutionized tourism promotion strategies. Social media, particularly Instagram, has become a key channel for disseminating interactive and visual tourism information. This study examines the influence of digital promotion through the Instagram account @biancakartika on followers' interest in visiting South Korea. A quantitative explanatory approach was used with a survey method. The sample consisted of 100 respondents selected purposively from followers who had viewed South Korea tourism content during 2023–2025. Data analysis included descriptive statistics, classical assumption tests, simple linear regression, t-tests, and coefficient of determination. The results show that digital promotion has a positive and significant effect on visit interest (sig. 0.000, R² = 60.7%). The attractiveness dimension contributed the largest effective contribution (20.77%), followed by responsiveness (15.26%), reliability (12.41%), and authenticity (12.26%). These findings confirm that visual appeal, interactive communication, information reliability, and content authenticity jointly shape followers' interest in visiting South Korea. Keywords: Digital Promotion, Instagram, Influencer, Uses and Gratification Theory, South Korea.   Perkembangan teknologi komunikasi digital telah merevolusi strategi promosi pariwisata. Media sosial, khususnya Instagram, menjadi kanal utama penyebaran informasi wisata yang interaktif dan visual. Penelitian ini mengkaji pengaruh promosi digital melalui akun Instagram @biancakartika terhadap minat berkunjung followers ke Korea Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan metode survei. Sampel berjumlah 100 responden yang dipilih secara purposive dari followers yang pernah melihat konten wisata Korea Selatan periode 2023–2025. Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji asumsi klasik, regresi linear sederhana, uji t, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan promosi digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berkunjung (sig. 0,000; R² = 60,7%). Dimensi attractiveness memberikan sumbangan efektif terbesar (20,77%), diikuti responsiveness (15,26%), reliability (12,41%), dan authenticity (12,26%). Temuan ini mengkonfirmasi bahwa daya tarik visual, komunikasi interaktif, keandalan informasi, dan keaslian konten secara bersama-sama membentuk minat followers untuk berkunjung ke Korea Selatan.  
Strategi Komunikasi Kolaboratif Renceums (Studi Kasus Workshop Industri Kreatif bersama Hyphen) Wiranti Nazla Azkia; Sophia Novita
Bandung Conference Series: Communication Management 965 - 972
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.25580

Abstract

This study is motivated by the growing phenomenon of inter-brand collaboration in the creative industry, particularly through workshops as spaces for interaction and co-creation, which still face challenges in coordination, alignment of vision, and strengthening brand identity. This study aims to analyze the collaborative communication strategy implemented by Renceums in The Journal Circle Vol. 5 workshop, as well as to understand the communication process and the role of inter-brand collaboration as a differentiation strategy. This research uses a qualitative method with a case study approach, with Renceums as the research object collaborating with Hyphen. Data were collected through observation, in-depth interviews with organizers, partners, and participants, as well as documentation, and analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that Renceums’ collaborative communication strategy is built through interpersonal and participatory communication, supported by digital media, which operates in a flexible and relationship-based manner. This strategy creates inter-brand synergy, increases audience engagement, and strengthens brand identity. In addition, inter-brand collaboration functions as a differentiation strategy that enhances workshop experiences to be more interactive and valuable for participants.   Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berkembangnya fenomena kolaborasi antarbrand dalam industri kreatif, khususnya melalui penyelenggaraan workshop sebagai ruang interaksi dan co-creation, yang masih menghadapi tantangan dalam koordinasi, penyatuan visi, dan penguatan identitas brand. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi kolaboratif yang diterapkan Renceums dalam workshop The Journal Circle Vol. 5, serta memahami proses komunikasi dan peran kerja sama antarbrand sebagai diferensiasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dengan objek penelitian Renceums sebagai penyelenggara workshop yang berkolaborasi dengan Hyphen. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan penyelenggara, mitra, dan peserta, serta dokumentasi kegiatan, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi kolaboratif Renceums dibangun melalui komunikasi interpersonal, partisipatif, serta pemanfaatan media digital yang berlangsung secara fleksibel dan berbasis relasi. Strategi ini menghasilkan sinergi antarbrand, peningkatan engagement, serta penguatan identitas brand. Selain itu, kolaborasi antarbrand berperan sebagai strategi diferensiasi yang mampu menciptakan pengalaman workshop yang lebih interaktif dan bernilai bagi peserta.
Komunikasi Pemasaran dan Keterhubungan Sosial di Serumah Reunite Adam Adrian Raesya Heryana; Sophia Novita
Bandung Conference Series: Communication Management 973 - 982
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.25655

Abstract

Marketing communication is no longer limited to product promotion but also functions as a means of building social relationships between organizations and their audiences. This phenomenon can be observed at Serumah Reunite Restaurant and Café, which adopts a family-oriented and community-based social space concept. This study aims to analyze the marketing communication strategies implemented by Serumah Reunite in fostering social connectedness among customers, families, and communities. The research employed a qualitative method with a case study approach. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation involving the business owner, social media administrator, and customers. The data were analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that Serumah Reunite utilizes marketing communication through social media, particularly Instagram, community engagement activities, and the creation of a comfortable and inclusive environment. These strategies not only enhance business visibility but also strengthen emotional bonds, a sense of belonging, and sustainable social interactions among visitors. The study concludes that experience-based marketing communication and shared social values contribute significantly to strengthening social connectedness and customer loyalty. Therefore, relationship-oriented marketing communication can serve as an effective strategy for sustaining businesses in the culinary industry.   Komunikasi pemasaran tidak lagi berorientasi pada promosi produk semata, tetapi juga berperan dalam membangun hubungan sosial antara organisasi dan khalayaknya. Fenomena ini terlihat pada Resto dan Café Serumah Reunite yang mengembangkan konsep ruang sosial berbasis kekeluargaan dan komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi pemasaran yang diterapkan Serumah Reunite dalam membangun keterhubungan sosial di antara pelanggan, keluarga, dan komunitas. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pemilik usaha, pengelola media sosial, serta pelanggan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi pemasaran Serumah Reunite dilakukan melalui pemanfaatan media sosial, terutama Instagram, penyelenggaraan berbagai kegiatan komunitas, serta penciptaan suasana yang nyaman dan inklusif. Strategi tersebut tidak hanya meningkatkan eksposur usaha, tetapi juga membentuk kedekatan emosional, rasa memiliki, dan interaksi sosial yang berkelanjutan di antara pengunjung. Temuan penelitian menunjukkan bahwa komunikasi pemasaran berbasis pengalaman dan nilai kebersamaan mampu memperkuat keterhubungan sosial serta menciptakan loyalitas pelanggan. Oleh karena itu, komunikasi pemasaran yang berorientasi pada hubungan sosial dapat menjadi strategi yang efektif dalam membangun keberlanjutan usaha di industri kuliner.