Zulfebriges
Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung, Indonesia.

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Terpaan Konten Unboxing Blind Box Labubu dengan Minat Beli Produk Pop Mart Agisni Nur Hidayah; Zulfebriges
Bandung Conference Series: Communication Management 727 - 734
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.24999

Abstract

TikTok social media is currently one of the platforms widely used as a means of entertainment as well as digital marketing media. This study aims to determine how strong the relationship is between exposure to @naylajsmn unboxing content and interest in purchasing Pop Mart products. This study uses the Stimulus-Organism-Response (S-O-R) theory as the theoretical basis with the dimensions of content exposure studied including frequency, attention, and duration, while purchase intention is measured based on Ferdinand’s purchase intention indicators. This study uses a quantitative method with a correlational approach. The data collection technique was carried out through distributing questionnaires to viewers of unboxing content on the TikTok account @naylajsmn who left comments. The research sample consisted of 85 respondents determined using probability sampling techniques. The results showed that there was a positive and significant relationship between content exposure and purchase intention of 0.842 which was included in the Very Strong category and had a positive significance value. Then in the sub variables, the frequency dimension had a relationship of 0.641 which was included in the strong category, the attention aspect was 0.741 which was included in the strong category, and the duration dimension was 0.780 which was included in the strong category.   Media sosial TikTok saat ini menjadi salah satu platform yang banyak digunakan sebagai sarana hiburan sekaligus media pemasaran digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar hubungan terpaan konten unboxing @naylajsmn dengan minat beli produk Pop Mart. Penelitian ini menggunakan teori Stimulus-Organism-Response (S-O-R) sebagai landasan teori dengan dimensi terpaan konten yang diteliti meliputi frekuensi, atensi, dan durasi, sedangkan minat beli diukur berdasarkan indikator minat beli menurut Ferdinand. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korealasional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada penonton konten unboxing akun TikTok @naylajsmn yang meninggalkan komentar. Sampel penelitian berjumlah 85 responden yang ditentukan menggunakan teknik probability sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara terpaan konten dan minat beli sebesar 0.842 yang termasuk dalam kategori Sangat Kuat dan nilai signifikansinya positif. Kemudian pada sub variabel, dimensi frekuensi memiliki hubungan sebesar 0.641 yang termasuk dalam kategori kuat, aspek atensi 0.741 yang termasuk dalam kategori kuat, dan dimensi durasi sebesar 0.780 yang termasuk dalam kategori kuat.
Makna Simbolik Komunikasi Ekspresif Tari Gandrung Liwung Ajeng Nur Rahmatika Miwangi Putri; Zulfebriges
Bandung Conference Series: Communication Management 769 - 776
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.25140

Abstract

Dance as a form of nonverbal communication conveys symbols, meanings, and expressions through movement, facial gestures, costumes, music, and performer–audience interaction. Gandrung Liwung, choreographed by Riyana Rosilawati, is a Sundanese creative dance inspired by peacock behavior and carries educational values for younger generations. This study emphasizes that dance performances present not only aesthetic beauty but also messages and meanings shaped by cultural context. The research aims to identify communication symbols in Gandrung Liwung and interpret their symbolic meanings during performances at Sanggar Pusat Olah Tari Setialuyu Bandung. Using a qualitative method with Herbert Blumer’s symbolic interaction perspective, data were collected through performance observation, in-depth interviews with the choreographer, dancers, and audiences, as well as photo and video documentation. Findings reveal symbols embedded in costumes, facial expressions, musical accompaniment, and movements, all of which reflect Sundanese cultural identity. Gandrung Liwung thus functions not only as an artistic expression but also as a medium of cultural education, fostering meaningful interactions throughout its performance.   Tarian sebagai bentuk komunikasi nonverbal memuat simbol, makna, dan ekspresi melalui gerak, ekspresi wajah, kostum, musik, serta interaksi dalam pertunjukan. Gandrung Liwung karya Riyana Rosilawati merupakan tari kreasi Sunda yang terinspirasi dari perilaku burung merak dan mengandung nilai edukatif bagi generasi muda. Penelitian ini menekankan bahwa pertunjukan tari tidak hanya menyajikan keindahan estetis, tetapi juga menyampaikan pesan dan makna melalui interaksi antara penari, penonton, dan konteks budaya. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi simbol komunikasi dalam ekspresi Gandrung Liwung serta memahami makna simbolik yang muncul dalam pertunjukan di Sanggar Pusat Olah Tari Setialuyu Bandung. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan perspektif interaksi simbolik Herbert Blumer. Data diperoleh melalui observasi pertunjukan, wawancara mendalam dengan koreografer, penari, dan penonton, serta dokumentasi foto dan video. Hasil penelitian menunjukkan adanya simbol dalam kostum, ekspresi wajah, musik, dan gerak yang mencerminkan identitas budaya Sunda. Gandrung Liwung tidak hanya menjadi representasi seni, tetapi juga sarana pendidikan nilai budaya dan interaksi bermakna dalam setiap pertunjukannya.