Hikmah Safira
Universitas Lambung Mangkurat

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Meningkatkan Kerja Sama, Berpikir Kritis Dan Minat Belajar Siswa Kelas IV Pendidikan Pancasila Melalui Model PENTAS Di SDN Sungai Miai 11 Hikmah Safira; Yogi Prihandoko
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 3 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i3.973

Abstract

Rendahnya keterampilan kerja sama, kemampuan berpikir kritis, serta minat belajar siswa kelas IV SDN Sungai Miai 11 pada muatan Pendidikan Pancasila merupakan fokus utama dalam penelitian ini. Masalah tersebut disebabkan oleh dominasi metode satu arah, kurangnya stimulus masalah nyata, dan diskusi kelompok yang tidak produktif karena hanya dikuasai oleh siswa tertentu. Solusi yang diterapkan adalah model PENTAS yang menggabungkan model Problem Based Learning (PBL), Numbered Heads Together (NHT), dan Talking Stick. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan keterampilan kerja sama, kemampuan berpikir kritis, dan minat belajar siswa. Penelitian melibatkan 20 siswa sebagai subjek dan dilaksanakan sepanjang empat pertemuan. Data dikumpulkan melalui observasi proses yang dinilai secara objektif. Hasil penelitian membuktikan bahwa model PENTAS efektif merekonstruksi ketiga variabel tersebut secara signifikan. Keterampilan kerja sama siswa secara klasikal meningkat dari 60% menjadi 90% berkat sistem pertukaran peran nomor kepala. Kemampuan berpikir kritis melonjak dari 55% menjadi 90%, ditandai oleh kemandirian siswa dalam mengurai hubungan sebab-akibat. Minat belajar siswa juga meningkat drastis dari 50% hingga menyentuh angka 95% didorong oleh suasana permainan tongkat yang menyenangkan. Berdasarkan data empiris tersebut, disimpulkan bahwa kombinasi model PENTAS berhasil memecahkan hambatan kelas dasar serta mewujudkan iklim belajar yang bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan.