Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi Global Value Chains (GVCs) Wardah dalam industri kosmetik halal di Asia Tenggara dengan fokus pada Indonesia dan Malaysia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus serta kerangka analisis GVCs yang menekankan struktur rantai nilai, governance, dan strategi upgrading. Data diperoleh melalui studi literatur, laporan industri, dokumen institusional, serta publikasi media yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Wardah menempati posisi strategis dalam GVCs sebagai brand owner yang menguasai aktivitas bernilai tinggi, terutama branding, pemasaran regional, dan pengelolaan standar halal, sementara aktivitas produksi tetap terpusat di Indonesia. Strategi functional upgrading diwujudkan melalui penguatan reputasi global melalui partisipasi dalam forum internasional, kolaborasi strategis, dan perluasan visibilitas merek di tingkat global. Di sisi lain, distribusi di Malaysia memperlihatkan bahwa sertifikasi halal berfungsi sebagai mekanisme governance yang memperkuat legitimasi produk, mempermudah akses pasar, dan mendukung koordinasi rantai nilai lintas negara. Integrasi distribusi melalui jaringan ritel modern, e-commerce, dan pemasaran digital semakin memperkuat posisi Wardah dalam regional value chains ASEAN. Temuan penelitian mendukung bahwa penguasaan aktivitas bernilai tinggi dan governance berbasis standar halal merupakan faktor utama yang meningkatkan daya saing dan posisi Wardah dalam rantai nilai global. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian Hubungan Internasional dan International Political Economy dengan memperluas penerapan teori GVCs pada industri kosmetik halal.