Rina Shofiawati Rahayu
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN BERPIKIR LATERAL DAN KREATIF DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI SISWA TERHADAP PENGARUH PEMBARUAN ISLAM DI INDONESIA PADA MATERI SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM KELAS XI DI MAN 1 KOTA SUKABUMI Rina Shofiawati Rahayu; Siti Qomariyah; Eni Nurainillah; Jenal Nurhakim; Aang Purnawirawan
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 9.C (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran model pembelajaran, berpikir lateral dan kreatif, serta kemampuan literasi dalam materi pengaruh pembaruan Islam di Indonesia pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan fokus pada proses pembelajaran serta aktivitas berpikir siswa dalam memahami materi sejarah Islam. Secara teoretis, penelitian ini mengacu pada konsep berpikir lateral dan kreatif yang menekankan pada kemampuan menghasilkan ide baru, fleksibilitas berpikir, serta orisinalitas dalam menganalisis peristiwa sejarah. Model pembelajaran yang diterapkan meliputi Problem Based Learning (PBL) dan pembelajaran kreatif-produktif yang dirancang untuk mendorong keaktifan siswa dalam kegiatan literasi, seperti membaca, menafsirkan, dan mengkaji materi pembaruan Islam di Indonesia. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi kegiatan pembelajaran, wawancara dengan guru dan siswa, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran yang mengintegrasikan berpikir lateral dan kreatif mampu meningkatkan kemampuan literasi siswa, baik dalam aspek pemahaman, interpretasi, maupun pengembangan gagasan. Siswa menjadi lebih aktif, fleksibel dalam berpikir, serta mampu mengemukakan ide secara kreatif dalam kegiatan pembelajaran. Namun demikian, implementasi pembelajaran masih belum optimal karena masih terdapat kecenderungan penggunaan metode konvensional yang berpusat pada guru. Oleh karena itu, diperlukan penguatan model pembelajaran yang inovatif dan berorientasi pada pengembangan berpikir tingkat tinggi untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa secara maksimal. Integrasi berpikir lateral dan kreatif dalam pembelajaran menjadi penting dalam membentuk kemampuan literasi yang kritis, reflektif, dan inovatif, khususnya dalam memahami dinamika pembaruan Islam di Indonesia.
STUDI KRITIS BAHAN AJAR SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM (SKI) DALAM MATERI KHULAFAUURASYIDIN KELAS VII DI MTs SUNANULHUDA CIKAROYA SUKABUMI Jamaludin Ansori; Siti Qomariyah; Rina Shofiawati Rahayu; Jenal Nurhakim; Badru Salam; Saepul Bahri
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 10.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis bahan ajar Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) pada materi Khulafaurrasyidin kelas VII di MTs Sunanulhuda Cikaroya Sukabumi. Analisis dilakukan terhadap komponen bahan ajar yang meliputi tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode pembelajaran, evaluasi pembelajaran, sumber pembelajaran, serta kualitas bahan ajar secara keseluruhan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, observasi dan wawancara, serta teknik analisis datanya dengan mengumpulkan, reduksi, penyajian dan verifikasi data dan diuji keabsahan datanya dengan triangulasi, member check, defendabilitas, referensi, tranferabilitas dan konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar yang dianalisis telah memenuhi unsur-unsur utama pembelajaran sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Tujuan pembelajaran telah mengakomodasi pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta didik. Materi pembelajaran memuat sejarah Khulafaurrasyidin secara sistematis serta mengandung nilai-nilai keteladanan yang relevan untuk pembentukan karakter peserta didik. Metode pembelajaran yang digunakan berorientasi pada pembelajaran aktif melalui kegiatan literasi, berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, dan kreativitas. Evaluasi pembelajaran telah mencakup asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif. Selain itu, sumber pembelajaran yang digunakan cukup beragam, meliputi buku teks, modul ajar, LKPD, dan media digital. Meskipun demikian, penelitian ini menemukan beberapa kelemahan, antara lain tujuan pembelajaran yang belum sepenuhnya dirumuskan secara operasional dan terukur, materi yang masih dominan bersifat deskriptif sehingga kurang mengaitkan nilai-nilai sejarah dengan konteks kehidupan peserta didik saat ini, instrumen evaluasi yang belum dilengkapi rubrik penilaian yang rinci, serta pemanfaatan teknologi dan sumber belajar digital yang masih terbatas. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan bahan ajar yang lebih kontekstual, interaktif, inovatif, dan berbasis teknologi untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran SKI di madrasah.