Era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 menghadirkan tantangan besar bagi pembangunan manusia beriman, dimana perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan, dan integrasi sistem siber-fisik dapat berpotensi menggeser nilai-nilai spiritual, etika, dan kemanusiaan. Masalah utama yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana menjaga dan menumbuhkan iman di tengah arus modernisasi yang sering menekankan efisiensi, materialisme, dan individualisme. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan strategi pendidikan dan pembinaan iman Kristen yang relevan dengan konteks era digital, sehingga manusia tidak hanya cerdas secara teknologi tetapi juga memiliki fondasi iman dan spiritual yang kokoh. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif, mengkaji teori-teori tentang Revolusi Industri 4.0, Konsep Society 5.0, serta perspektif teologis dan pedagogis mengenai pembentukan iman Kristiani di kedua masa tersebut. Analisis dilakukan dengan menelaah sumber-sumber akademik, dokumen kebijakan, serta refleksi praktis dari konteks kehidupan beragama. Hasil temuan menunjukkan bahwa integrasi iman dan teknologi dapat diwujudkan melalui pendidikan karakter berbasis nilai spiritual, pemanfaatan media digital untuk pengajaran iman, serta penguatan komunitas beriman yang adaptif terhadap perubahan zaman. Selain itu, ditemukan bahwa manusia beriman pada era ini dituntut untuk memiliki literasi digital yang kritis, sehingga mampu menggunakan teknologi sebagai sarana pelayanan dan pengembangan diri, bukan sekadar konsumsi pasif. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa membangun manusia beriman di era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 memerlukan pendekatan yang holistik yang menggabungkan aspek spiritual, intelektual, sosial, dan teknologi. Dengan demikian, iman Kristen tidak hanya menjadi benteng moral, tetapi juga sumber inspirasi dalam menghadapi kompleksitas dunia modern saat ini.