Usaha pembibitan cabai rawit di Kampung Bibit Wedani Kabupaten Jombang menjadi sumber pendapatan bagi sebagian besar rumah tangga setempat. Kenaikan biaya input tanpa penyesuaian harga jual bibit berpotensi menekan keuntungan, mendorong diversifikasi pendapatan serta dapat mengubah struktur, kontribusi dan distribusi pendapatan rumah tangga petani pembibitan cabai rawit. Selain itu, kajian yang menganalisis secara simultan kontribusi dan distribusi pendapatan rumah tangga petani pembibitan masih terbatas, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi dan distribusi pendapatan rumah tangga petani pembibitan cabai rawit di Kampung Bibit Kabupaten Jombang. Sampel penelitian ditentukan dengan metode sensus terhadap 43 rumah tangga petani pembibitan cabai rawit. Analisis data menggunakan analisis pendapatan rumah tangga, koefisien Gini dan kurva Lorenz. Hasil penelitian menunjukkan struktur pendapatan rumah tangga petani pembibitan cabai rawit terdiri atas pendapatan pembibitan cabai rawit (on-farm) yang berkontribusi sedang (42%), pembibitan luar cabai rawit (on-farm lainnya) berkontribusi sedang (38%), luar pembibitan (off-farm) berkontribusi rendah (5%) dan pekerjaan luar pertanian (non-farm) berkontribusi rendah (15%). Distribusi pendapatan petani dari pembibitan cabai rawit dan total pendapatan rumah tangga tergolong merata dengan indeks Gini masing-masing sebesar 0,317 dan 0,295. Pendapatan pembibitan cabai rawit merupakan sumber pendapatan terbesar namun tidak dominan. Keberadaan pendapatan off-farm dan non-farm semakin meningkatkan kemerataan distribusi pendapatan. Temuan ini memberikan bukti empiris mengenai peran diversifikasi pendapatan dalam mendukung penguatan dan pemerataan pendapatan rumah tangga petani pembibitan. Petani pembibitan perlu meningkatkan efisiensi usaha pembibitan serta mengembangkan sumber pendapatan lain guna meningkatkan pendapatan tanpa mengurangi pemerataan pendapatan antar rumah tangga petani.