Anton Rahmadhan
Universitas Duta Bangsa Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Distress Emosional Dengan Kualitas Tidur Pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik Yang Menjalani Terapi Hemodialisa Di Rumah Sakit TK. III 04.06.04 Slamet Riyadi Surakarta Anton Rahmadhan; Endrat Kartiko Utomo; Ikrima Rahmasari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1093

Abstract

Latar Belakang: Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan penyakit tidak menular dengan beban kesehatan tinggi, dan stadium pasien bergantung pada hemodialisa untuk bertahan hidup lebih lanjut. Terapi yang berlangsung terus-menerus memicu stres, depresi, dan kecemasan yang berdampak pada kualitas tidur pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara distress emosional dengan kualitas tidur pada pasien PGK yang menjalani terapi hemodialisa. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik total sampling digunakan dengan sampel sebanyak 55 responden yang memenuhi kriteria inklusi di Rumah Sakit Tk. III 04.06.04 Slamet Riyadi Surakarta. Distress emosional diukur menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale-21 (DASS-21) dan kualitas tidur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI); data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berada pada kategori ansietas sedang sampai sangat berat cukup tinggi (43,6%). Kualitas tidur buruk yang dialami 30 responden (54,5%) dan baik 25 responden (45,5%). Uji Spearman Rank menunjukkan hubungan signifikan dan positif antara distress emosional dengan kualitas tidur (p = 0,000; r = 0,784), dengan hubungan serupa pada dimensi stres (p = 0,000; r = 0,784), depresi (p = 0,002; r = 0,412), dan kecemasan (p = 0,000; r = 0,776). Kesimpulannya: semakin tinggi distress emosional yang dialami pasien, semakin buruk kualitas tidurnya, dan sebaliknya. Kata Kunci: Distress Emosional, Kualitas Tidur, Penyakit Ginjal Kronik, Hemodialisa