Riska P. Sihombing
Universitas Prima Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Self-Management Diabetes Dengan Kejadian Penurunan Fungsi Ginjal Pada Pasien Diabetes Melitus Dengan Risiko Chronic Kidney Disease di RSU Royal Prima Medan Rifki J. Simanjuntak; Adefia A. Harahap; Erwin P. Waruwu; Riska P. Sihombing; Evalatifa Nurhayati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1386

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 adalah penyakit metabolik menahun yang bila tidak terkendali dapat memicu penurunan fungsi ginjal hingga menjadi penyakit ginjal kronis. Kemampuan pasien dalam mengelola dirinya sendiri diyakini menjadi kunci menjaga kestabilan glukosa darah sehingga penurunan fungsi ginjal dapat dicegah atau diperlambat. Penelitian ini mengulas hubungan pengelolaan diri diabetes dan kejadian penurunan fungsi ginjal pada pasien diabetes melitus berisiko penyakit ginjal kronis di RSU Royal Prima Medan. Penelitian menggunakan rencana kuantitatif dengan pendekatan potong lintang. Dari 112 pasien sebagai populasi, diperoleh 53 responden melalui purposive sampling. Kemampuan pengelolaan diri diukur menggunakan kuesioner baku, sementara fungsi ginjal ditelusuri dari rekam medis. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square Pearson dengan kemaknaan p kurang dari 0,05. Hasil menunjukkan pengelolaan diri pasien lebih banyak berada pada taraf cukup yaitu 62,3 persen dibandingkan taraf baik yaitu 37,7 persen. Penurunan fungsi ginjal paling banyak ditemukan pada taraf ringan dan sedang, masing-masing 41,5 persen, sedangkan taraf berat dialami 17,0 persen responden. Uji statistik menghasilkan nilai p sebesar 0,019, menunjukkan hubungan bermakna antara kedua variabel. Dapat disimpulkan semakin optimal pengelolaan diri pasien, semakin ringan derajat penurunan fungsi ginjal. Edukasi dan pendampingan berkelanjutan pengelolaan diri diabetes perlu digalakkan guna mencegah perburukan fungsi ginjal pasien diabetes melitus