Adinda Jovita Septiawati
Universitas Duta Bangsa Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Eksplorasi Kecemasan Keluarga Penunggu Pasien Kondisi Kritis di unit Perawatan Intensif Rumah Sakit Adinda Jovita Septiawati; Endrat Kartiko Utomo; Adi Buyu Prakoso
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1409

Abstract

Pendahuluan: Kondisi kritis pasien yang dirawat di unit perawatan intensif memicu ketidakstabilan fisiologis dan risiko kematian, sehingga memberikan beban psikologis nyata bagi keluarga penunggu berupa kecemasan. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi secara mendalam pengalaman kecemasan keluarga penunggu pasien kritis di unit perawatan intensif Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan fenomonologi deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari enam anggota keluarga penunggu pasien kritis yang dipilih menggunakan teknik Purposive Sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan observasi sistematis, lalu dianalisis menggunakan metode analisis data model Coalaizzi. Hasil: Penelitian ini menghasilkan tiga tema utama: manifestasi respon fisik dan fisiologis (kualitas tidur yang buruk, kelelahan fisik ekstrem, dan reaksi otonom akut seperti jantung berdebar dan lemas); manifestasi hambatan kognitif (penurunan konsentrasi mental, pikiran kosong, dan kebingungan dalam pengambilan keputusan medis); serta manifestasi dinamika emosional (ketakutan ekstrem terhadap kehilangan pasien, ketegangan akibat keterbatasan fasilitas ruang tunggu, dan transisi koping spiritual menuju kepasrahan). Kesimpulan: Kecemasan keluarga bermanifestasi secara holistik pada ranah fisik, kognitif, dan emosional akibat stresor lingkungan serta ancaman kematian pasien, namun keluarga berhasil membangun resiliensi mental melalui koping spiritual. Rekomendasi: Rumah Sakit direkomendasikan mengoptimalkan fasilitas ruang tunggu, menerapkan teknik komunikasi terapeutik berkala sebelum meminta persetujuan tindakan medis, serta menyediakan layanan pendampingan spiritual bagi keluarga penunggu.