Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Antara Pola Asuh Demokratis dengan Kemandirian pada Siswa SMA X di Pringsewu Desta Yuliantika; Fixi Intansari
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 9 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia (Issue in Progress)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i9.3782

Abstract

Kemandirian adalah kemampuan seseorang untuk mengambil langkah, membuat pilihan, serta memikul tanggung jawab atas tindakannya secara otonom tanpa bersandar pada orang lain. Pembentukan karakter ini sangat dipengaruhi oleh gaya pengasuhan demokratis, di mana orang tua menerapkan aturan yang relevan dengan perkembangan anak sekaligus memberikan kebebasan yang membangun untuk mencegah dampak pergaulan yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi korelasi antara gaya pengasuhan demokratis orang tua dan tingkat kemandirian siswa di SMA X Pringsewu. Desain kuantitatif diterapkan dalam studi ini, yang melibatkan 116 partisipan dari sekolah tersebut yang dipilih melalui metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan dua skala psikologi yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, yaitu Skala Pola Asuh Demokratis dan Skala Kemandirian. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment melalui perangkat lunak SPSS versi 25 for Windows. Temuan statistik memperlihatkan nilai koefisien r = 0,385 serta probabilitas p = 0,000 (p < 0,01). Angka tersebut mengindikasikan keberadaan korelasi positif yang signifikan antara kedua variabel yang diuji. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi penerapan pola asuh demokratis, maka semakin tinggi pula kemandirian siswa. Penelitian ini memberikan kontribusi pada literatur perkembangan remaja dan menawarkan implikasi praktis bagi orang tua, guru, serta konselor sekolah dalam merancang intervensi untuk menumbuhkan kemandirian siswa. Korelasi ini menunjukkan bahwa pola asuh demokratis dapat menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan perkembangan kemandirian. Penerapan komunikasi terbuka, pemberian kesempatan mengambil keputusan, serta penghargaan terhadap pendapat siswa dapat mendukung terbentuknya sikap bertanggung jawab, percaya diri, dan mampu mengelola tindakan secara mandiri dalam kehidupan siswa.