Mutu pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan salah satu aspek penting dalam sistem penjaminan mutu pendidikan Islam karena berperan dalam membentuk peserta didik yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, spiritual, sosial, dan moral. Namun, praktik pembelajaran PAI di berbagai lembaga pendidikan masih menghadapi berbagai tantangan, seperti dominasi pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada aspek kognitif, rendahnya internalisasi nilai-nilai keislaman, serta lemahnya integrasi antara pengetahuan agama dan praktik kehidupan sehari-hari. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pengembangan model penjaminan mutu pembelajaran PAI yang tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kesalehan sosial peserta didik. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis hakikat mutu pembelajaran PAI, mengkaji integrasi ilmu, iman, amal, dan akhlak sebagai dimensi mutu pendidikan Islam, serta merumuskan model penjaminan mutu pembelajaran PAI berbasis integrasi ilmu, iman, amal, dan akhlak (4IA). Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap berbagai literatur yang berkaitan dengan mutu pendidikan Islam, pembelajaran PAI, dan sistem penjaminan mutu pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa mutu pembelajaran PAI perlu dikembangkan melalui pendekatan student-centered learning yang mampu mengintegrasikan aspek ilmu, iman, amal, dan akhlak secara utuh. Selain itu, implementasi sistem penjaminan mutu melalui siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP) dapat menjadi instrumen strategis dalam memastikan keberlanjutan mutu pembelajaran PAI. Artikel ini menawarkan Model PAI-4IA sebagai kerangka konseptual penjaminan mutu pembelajaran PAI yang mengintegrasikan dimensi akademik, spiritual, moral, dan sosial untuk mewujudkan budaya mutu pendidikan Islam yang berkelanjutan.