Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALYSIS OF EMPLOYEE CAREER DEVELOPMENT AT SMAN 4 GORONTALO Risang Septian Putranto
Journal of Economic, Business, and Administration (JEBA) Vol. 7 No. 2 (2026): Journal of Economics, Business and Administration (JEBA)
Publisher : LP2M Universitas Bina Mandiri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47918/25fdqa75

Abstract

This study aims to analyze employee career development at SMAN 4 Gorontalo, with particular attention to career-related information, feedback mechanisms, interpersonal openness, and organizational transparency. A qualitative descriptive research design was employed to obtain an in-depth understanding of how career development is implemented within the school's human resource management practices. Informants were selected purposively and consisted of the principal, teachers, and administrative staff who were considered knowledgeable about employee management and career development processes. Data were collected through semi-structured interviews, direct observation, and documentation, and were analyzed through data condensation, data display, and conclusion drawing and verification. The findings indicate that career-related information is available but is not yet disseminated and understood equally among employees, particularly regarding functional position advancement and professional certification. Feedback mechanisms have been implemented through performance evaluations, meetings, and supervision, but remain predominantly top-down and have not fully developed into reciprocal career development discussions. Interpersonal relationships are generally supportive and collaborative, although openness to constructive criticism varies among employees. Organizational transparency is relatively evident in routine administrative matters but remains limited in explaining the criteria and rationale underlying career-related decisions. The study concludes that employee career development at SMAN 4 Gorontalo requires stronger integration of information systems, participatory feedback, interpersonal development, and transparent career decision-making. Strengthening these dimensions can support a more systematic, equitable, and sustainable career development system aligned with both employee needs and institutional objectives.
PERAMALAN KEBUTUHAN TENAGA KERJA PADA LAUNDRY ALFATIR Risang Septian Putranto
Jurnal Ilmu Manajemen dan Bisnis Vol. 14 No. 2 (2026): Jurnal Ilmu Manajemen dan Bisnis (JIMB)
Publisher : LP2M Universitas Bina Mandiri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47918/6ta54d40

Abstract

Perencanaan tenaga kerja penting untuk menjaga efisiensi operasional dan kualitas pelayanan pada usaha laundry, terutama ketika terjadi fluktuasi permintaan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan meramalkan kebutuhan tenaga kerja pada Laundry Alfatir berdasarkan beban kerja dan produktivitas karyawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan pemilik laundry dan dua karyawan tetap, observasi langsung terhadap aktivitas operasional, serta dokumentasi berupa catatan operasional dan fasilitas kerja. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan validitas data diperkuat melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja laundry mengalami variasi yang cukup besar berdasarkan kondisi permintaan. Pada hari biasa, volume cucian mencapai sekitar 5 kg per hari, meningkat menjadi sekitar 30 kg pada akhir pekan, dan mencapai sekitar 50 kg pada periode permintaan puncak. Berdasarkan kapasitas rata-rata satu karyawan sebesar 15 kg per hari, kebutuhan tenaga kerja diperkirakan sebanyak satu orang pada hari biasa, dua orang pada akhir pekan, dan sekitar tiga hingga empat orang pada periode permintaan puncak. Hasil tersebut menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara kapasitas tenaga kerja yang tersedia dan beban kerja pada saat permintaan tinggi. Oleh karena itu, peramalan kebutuhan tenaga kerja dapat mendukung alokasi dan penjadwalan tenaga kerja secara lebih proaktif serta penggunaan tenaga kerja tambahan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peramalan kebutuhan tenaga kerja berdasarkan beban kerja dapat meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi risiko keterlambatan pelayanan pada Laundry Alfatir.