Bahan baku pembuatan tempe sangat beragam. Selain kedelai, tempe juga dapat dibuat dari biji lamun Enhalus acoroides menggunakan ragi tempe. Untuk mempercepat fermentasi, starter yang ditambahkan berupa tepung beras dan tepung terigu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik tempe yang dihasilkan dari biji lamun Enhalus acoroides mengunakan starter tepung beras dan tepung terigu, dikombinasikan dengan tepung tempe kedelai. Perbandingan tepung tempe dengan: tepung terigu (A1) dan tepung beras (A2) adalah 1:3. Kombinasi starter tersebut ditambahkan sebanyak 20% dari berat total biji lamun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Parameter subjektif yang dianalisa meliputi kenampakan, rasa, bau dan tekstur. Parameter objektif meliputi kadar air, protein, lemak, abu, karbohidrat, Ca, Fe dan Pb. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan starter tepung terigu dan tepung beras yang dikombinasikan dengan tepung tempe kedelai dapat menghasilkan tempe dengan karakteristik sensoris dan komposisi kimia yang bervariasi. Tempe lamun Enhalus acoroides memiliki nilai kenampakan berkisar antara 3,12-3,87 (suka sampai sangat suka), rasa 3,18-3,2 (suka), bau 3,0-3,3 (suka) dan tekstur 3,7-3,8 (sangat suka). Memiliki kadar air berkisar antara 56,04-59,73%, abu 0,52-0,96%, lemak 0,85-1,3%, protein 1,52-2,92%, karbohidrat 35,53-40,63%, kalsium (Ca) 0,15 mg/L-0,77 mg/L, besi (Fe) 8,22-8,73 mg/L dan timbal (Pb) 0,002-0,125 mg/L. Karakteristik sensoris, kadar air, lemak, protein, dan besi tertinggi terdapat pada tempe dengan starter tepung beras; kadar abu, karbohidrat dan kalsium tertinggi terdapat pada tempe dengan starter tepung terigu. Kadar Pb produk tempe lamun hasil penelitian ini berada di bawah ambang batas sehingga aman untuk dikonsumsi.