Sumberdaya kepiting bakau (Scylla spp) memiliki nilai ekonomi tinggi serta berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem mangrove. di Desa Lambur Luar, Kecamatan Muara Sabak Timur, kegiatan penangkapan kepiting bakau umumnya menggunakan alat tangkap bubu dengan berbagai jenis umpan. Namun demikian, efektivitas masing-masing jenis umpan terhadap hasil tangkapan belum diketahui secara pasti. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan jenis umpan terhadap hasil tangkapan kepiting bakau serta menentukan jenis umpan yang paling disukai oleh kepiting bakau (Scylla spp) Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Februari - Maret 2025 di Desa Lambur Luar di perairan mangrove Sungai Lambur Kecil menggunakan metode eksperimental fishing dengan tiga perlakuan, yaitu umpan ikan tembakul (P1), kepala ayam (P2), dan belut laut (P3), masing-masing jenis umpan diulang sebanyak 16 kali. Data yang dikumpulkan meliputi jumlah tangkapan, berat total, panjang karapas, dan lebar karapas, yang selanjutnya dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis umpan memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap hasil tangkapan kepiting bakau. Umpan kepala ayam (P2) menghasilkan jumlah dan berat tangkapan tertinggi dengan berat rata-rata 407,7 gram, panjang karapas 10,6 cm, dan lebar karapas 12,6 cm. Umpan ikan tembakul (P1) berada pada urutan kedua, sedangkan umpan belut laut (P3) menghasilkan tangkapan terendah. Dapat disimpulkan bahwa kepala ayam merupakan jenis umpan yang paling efektif untuk meningkatkan hasil tangkapan kepiting bakau menggunakan alat tangkap bubu di perairan Desa Lambur Luar, Kecamatan Muara Sabak Timur