Moh. Dahtam Chimyatha
Institut Ahmad Dahlan Probolinggo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Problematika Pengembangan Standar Pendidikan Agama Islam di MTs Nahdlatul Muta’allimin Moh. Dahtam Chimyatha; Muhammad Qosim Syirojuddin; Insan Kamil; Devy Habibi Muhammad
Indonesian Journal of Social Issues Vol. 1 No. 2 (2026): April, Social Media Addiction and the Decline of Face-to-Face Interaction Among
Publisher : CV. Scholar Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66052/ijosim.v2i1.274

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam berbagai kendala dalam pengembangan standar Pendidikan Agama Islam (PAI) di MTs Nahdlatul Muta’allimin serta mengidentifikasi strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI. Permasalahan penelitian berangkat dari adanya ketidaksesuaian antara standar pendidikan yang ditetapkan dengan implementasi di tingkat madrasah, khususnya terkait kebijakan pendidikan, kompetensi pendidik, ketersediaan sarana dan prasarana, serta praktik pembelajaran di kelas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus guna memperoleh pemahaman yang komprehensif dan kontekstual terhadap permasalahan yang diteliti. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, studi dokumentasi, kuesioner pendukung, serta Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan kepala madrasah, guru PAI, peserta didik, dan pemangku kepentingan terkait. Analisis data dilakukan secara deskriptif interpretatif melalui tahapan penyajian data, penegasan ulang, dan pendeskripsian untuk mengungkap pola serta dinamika pengembangan standar PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala utama meliputi lemahnya keterpaduan antara kebijakan dan pelaksanaan, keterbatasan kemampuan guru dalam mengembangkan pembelajaran inovatif berbasis teknologi, minimnya sarana dan prasarana pendukung, serta belum optimalnya manajemen mutu internal madrasah. Oleh karena itu, penguatan kompetensi pendidik, peningkatan ketersediaan dan pemanfaatan sarana pembelajaran, serta penguatan kerja sama antara madrasah, masyarakat, dan pemerintah menjadi strategi penting dalam mendorong pengembangan standar PAI yang adaptif dan berkelanjutan, khususnya pada madrasah di wilayah pedesaan.
Hakikat dan Tujuan Pendidikan Islam dalam Pengembangan Konsep Tarbiyah, Ta'lim, dan Ta’dib Insan Kamil; Moh. Dahtam Chimyatha; Hasbulloh Hasbulloh; Devy Habibi Muhammad
Indonesian Journal of Social Issues Vol. 1 No. 3 (2026): July, In Progress
Publisher : CV. Scholar Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66052/bzf50091

Abstract

Pendidikan Islam pada hakikatnya menekankan keseimbangan antara tiga konsep utama, yaitu tarbiyah (pembinaan dan pengembangan potensi), ta’lim (proses transfer dan pengembangan ilmu pengetahuan), serta ta’dib (pembentukan adab dan akhlak). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hakikat dan tujuan pendidikan Islam melalui kajian integratif terhadap ketiga konsep tersebut serta merumuskan kerangka konseptual yang menjelaskan hubungan dan sinerginya dalam kurikulum, proses pembelajaran, dan budaya sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) yang didukung oleh analisis konseptual dan kajian kritis terhadap berbagai literatur pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pendidikan Islam saat ini masih didominasi oleh pendekatan ta’lim yang berorientasi pada aspek kognitif dan penguasaan ilmu pengetahuan. Sementara itu, implementasi tarbiyah dan ta’dib belum berjalan secara optimal, sehingga pembentukan adab, karakter, serta pengembangan potensi peserta didik belum memperoleh perhatian yang seimbang. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi tarbiyah, ta’lim, dan ta’dib merupakan prasyarat penting bagi terwujudnya pendidikan Islam yang holistik. Dalam kerangka tersebut, ta’dib berperan sebagai pusat integrasi yang menghubungkan penguasaan ilmu, pembinaan akhlak, dan pengembangan kepribadian. Oleh karena itu, sistem pendidikan Islam perlu direorientasikan agar tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, adab, dan spiritualitas peserta didik secara seimbang.