Lamria Br Tumanggor
Program Studi Magister Teologi, Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kebangkitan dan Misi Matius 28:1-10 dalam Perspektif Pendekatan History of Redemption Lamria Br Tumanggor
Nurani : Jurnal Studi Agama dan Peradaban Spiritual Vol. 1 No. 2 (2026): Juni: Nurani: Jurnal Studi Agama dan Peradaban Spiritual
Publisher : Lembaga Penerbit Penelitian Multidisipliner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67096/nurani.v1i2.221

Abstract

Penelitian ini mengkaji perikop Matius 28:1–10 dalam perspektif History of Redemption (sejarah penebusan) untuk memahami makna teologis kebangkitan Kristus dan implikasinya terhadap misi gereja. Kebangkitan Yesus Kristus merupakan puncak karya penebusan Allah yang telah dinyatakan secara progresif sepanjang sejarah keselamatan. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, penelitian ini menganalisis teks Matius 28:1–10 berdasarkan konteks historis, sastra, dan teologi biblika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebangkitan Kristus bukan hanya peristiwa historis yang menegaskan kemenangan atas dosa dan maut, tetapi juga deklarasi penggenapan janji keselamatan Allah yang telah dinubuatkan dalam Perjanjian Lama. Dalam kerangka sejarah penebusan, kebangkitan menjadi titik kulminasi karya Allah sekaligus awal dari fase baru sejarah keselamatan yang ditandai dengan pengutusan para saksi untuk memberitakan Injil. Narasi para perempuan sebagai saksi pertama kebangkitan memperlihatkan bahwa pengalaman akan Kristus yang bangkit selalu menghasilkan tanggung jawab misioner. Dengan demikian, kebangkitan dan misi merupakan dua realitas yang tidak dapat dipisahkan dalam rencana penebusan Allah. Misi gereja dipahami sebagai kelanjutan dari karya keselamatan yang telah digenapi melalui kematian dan kebangkitan Kristus serta menjadi sarana pemberitaan Injil kepada segala bangsa hingga penggenapan Kerajaan Allah pada akhir zaman.