Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen tahfidz Al-Qur'an dalam upaya meningkatkan minat siswa membaca Al-Qur'an. Penelitian ini mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat serta mendeskripsikan dampak penerapannya di Pondok Pesantren Tahfizh Rabi’ul Qulub Darunnajah 13 Cidokom. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validitas data diverifikasi melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan program tahfidz dilaksanakan melalui empat fungsi manajemen: perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian. Perencanaan mencakup penetapan target hafalan, pengaturan, Halaqah (kelompok belajar), penjadwalan kegiatan, dan pembentukan kebiasaan membaca. Pengorganisasian melibatkan asisten pembimbing, Lembaga Ilmu Al-Qur'an (LIQ), Musyrif/Musyrifah (pembimbing putra dan putri), serta para siswa itu sendiri. Kepemimpinan dijalankan melalui bimbingan Talaqqi (pengajaran/pembacaan langsung), *Muraja’ah* (pengulangan hafalan), pemberian motivasi, keteladanan, dan berbagai kegiatan membaca. Pengendalian dilakukan melalui Muttaba’ah (pemantauan/tindak lanjut), buku kendali TADAQU, laporan pembimbing, kunjungan Halaqah, dan evaluasi berkala. Faktor pendukung meliputi lingkungan pondok pesantren yang kondusif, pembimbing yang konsisten, dan dukungan orang tua; sedangkan faktor penghambat meliputi beban kerja yang berlebihan, jadwal kegiatan yang sangat padat, jumlah pembimbing yang terbatas, dan motivasi siswa yang tidak konsisten. Dampak program ini menunjukkan tren positif pada frekuensi, inisiatif, dan konsistensi membaca Al-Qur’an, meskipun peningkatannya belum merata pada seluruh santri.