Muhammad Atiq
Universitas Islam Darul Ulum

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DINAMIKA PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM DI TENGAH ARUS GLOBALISASI PADA PONDOK PESANTREN DAR AL-ATIQ BONJERUK LOMBOK TENGAH Muhammad Atiq; Ahmad Khearul Kholidi; Muh Alawi Harun; Erma Fatmawati; Titiek Rohanah Hodayanti
PENDIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial) Vol. 4 No. 3 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Insan Cipta Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61721/pendis.v5i2.761

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika pengembangan kurikulum pendidikan Islam di tengah arus globalisasi pada Pondok Pesantren Dar Al-Atiq Bonjeruk Lombok Tengah. Globalisasi telah membawa perubahan yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan Islam, sehingga pesantren dituntut untuk mampu mempertahankan nilai-nilai keislaman sekaligus beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan pimpinan pesantren, dewan guru, serta para santri sebagai informan penelitian. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum di Pondok Pesantren Dar Al-Atiq Bonjeruk dilakukan secara dinamis melalui integrasi antara kurikulum salafiyah dan kurikulum modern. Pengembangan tersebut diwujudkan melalui penambahan mata pelajaran umum, penguatan pendidikan karakter dan keagamaan, pemanfaatan teknologi informasi dalam proses pembelajaran, serta pengembangan keterampilan hidup (life skills) yang relevan dengan tuntutan era globalisasi. Di sisi lain, pesantren tetap mempertahankan identitasnya melalui penguatan kajian kitab kuning, pembinaan akhlak, dan internalisasi nilai-nilai Islam. Faktor pendukung pengembangan kurikulum meliputi kepemimpinan pesantren, kompetensi tenaga pendidik, serta dukungan masyarakat, sedangkan faktor penghambatnya adalah keterbatasan sarana prasarana dan tantangan perkembangan teknologi yang begitu cepat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan kurikulum yang adaptif dan berbasis nilai-nilai Islam menjadi strategi penting bagi pesantren dalam menghadapi tantangan globalisasi tanpa kehilangan jati dirinya sebagai lembaga pendidikan Islam.