Perundungan merupakan salah satu persoalan yang dapat mengganggu terciptanya lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi siswa sekolah dasar. Pemahaman siswa mengenai bentuk-bentuk perundungan dan cara meresponsnya menjadi salah satu aspek penting dalam upaya membangun interaksi yang saling menghargai di lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi kepada siswa SD Negeri 010 Muara Badak mengenai pengertian, bentuk, dan dampak perundungan serta memperkenalkan respons yang tepat ketika menghadapi tindakan bullying. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, serta evaluasi dan refleksi. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyampaian materi, media visual, diskusi interaktif, tanya jawab, dan role-playing dengan menggunakan contoh situasi yang dekat dengan kehidupan siswa. Evaluasi dilakukan melalui observasi partisipatif selama kegiatan dan wawancara singkat dengan guru untuk mendeskripsikan keterlibatan, respons, dan pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa terlibat dalam diskusi dan simulasi serta dapat mengenali beberapa bentuk perundungan, seperti perundungan verbal, fisik, dan sosial. Kegiatan juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami pentingnya empati, menghargai teman, serta melaporkan tindakan perundungan kepada guru. Luaran kegiatan berupa terlaksananya sosialisasi antiperundungan dan tersampaikannya materi edukatif yang dapat digunakan sebagai penguatan karakter siswa. Kegiatan ini belum menggunakan pengukuran kuantitatif untuk mengetahui perubahan pemahaman atau perilaku siswa secara langsung sehingga efektivitas kegiatan dalam jangka panjang belum dapat disimpulkan. Kegiatan lanjutan diperlukan untuk memperkuat pembiasaan perilaku antiperundungan di lingkungan sekolah.