Samsul Hadi Mungawan
Sekolah Tinggi Agama Islam KH. Muhammad Ali Shodiq Tulungagung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penafsiran Konsep Ibadah dalam Al-Qur’an Samsul Hadi Mungawan
Al-Shamela : Journal of Quranic and Hadith Studies Vol. 4 No. 1 (2026): Al-Shamela : Journal of Quranic and Hadith Studies
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/alshamela.v4i1.2339

Abstract

Pemahaman masyarakat terntang ibadah bervariasi, sesuai yang ditulis para penafsir. Di antaranya ada yang hanya sekedar menggugurkan kewajiban saja serta kurang mengenal Allah. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan ibadah guna menegaskan bahwa konsep ibadah dalam Al-Qur’an merupakan tujuan utama penciptaan manusia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka (library research), dengan bersumber pada buku-buku tafsir, hadis Nabi dan artikel ilmiah yang relevan yang mendukung dalam pencarian referensi penelitian ini. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif-analitis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibadah dalam perspektif Al-Qur’an dan hadis tidak hanya terbatas pada ibadah ritual, tetapi mencakup seluruh aktivitas kehidupan manusia yang dilakukan dengan niat ikhlas dan sesuai dengan tuntunan syariat. Ibadah juga berkaitan dengan upaya manusia menjalankan perannya sebagai hamba Allah sesuai dengan tujuan penciptaannya. Sebagai-mana di dalamnya menjelaskan secara rinci yang diwujudkan ibadah dengan bentuk salat, sabar, dan syukur serta relevansinya dengan pengendalian diri dalam perbuatan sehari-hari. Ibadah dan relevansinya dengan pengendalian diri dari perbuatan keji dan munkar memang ada jika salat itu benar-benar karena Allah bukan karena keterpaksaan. Sabar yang dimaksud adalah senantiasa menjalankan perintah Allah dengan iklas. Syukur disini yaitu tertuju pada pelaksanaan penghambaan sebagai rasa syukur atas segala nikmat Tuhan. Pelaksanaannya penuh dengan kekhusyukan, penghambaan yang penuh dengan ketenangan, menghamba secara lahiriah dan menghamba secara batiniyah. Maksudnya di samping gerak-gerik salat yang dilakukan oleh anggota badan, hati juga melakukan ibadah, meyakini dalam hati bahwa sedang berkomuniaksi dengan Allah.