Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Community Service Seminar and Community Engagement (COSECANT)

SOSIALISASI DESA DIGITAL DAN PENGEMBANGAN BUMDES MELALUI ARSITEKTUR INFRASTRUKTUR DAN SISTEM INFORMASI YANG TERINTEGRASI DENGAN PEMERINTAH DAERAH DI PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN MALANG Koenta Adji Koerniawan; Dedik Nur Triyanto
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.905 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v2i2.18548

Abstract

Jaringan informasi dan komunikasi data di Kabupaten Malang tidak terintegrasi dengan baik. Di tingkat SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah), setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) membangun sistem sendiri, tanpa koordinasi. Di desa, dengan memanfaatkan dana desa (DD), Pemerintahan Desa berinvestasi membangun teknologi informasi sendiri. Mereka berharap dapat memberikan pelayanan kepada penduduk desa secara cepat, tepat dan akurat. Namun, faktanya hingga saat ini layanan KTP, KK, akte kelahiran, akte kematian, perlu waktu lama untuk pelayanannya. Data penduduk miskin, data ekonomi, pertanian, monitoring usaha BumDes, dsb., tidak dapat diakses dengan mudah dan akurat. Desa digital tidak terwujud, Bumdes tidak berkembang. Sistem tidak dibangun berdasarkan azaz kepentingan dan manfaat bersama. Tidak ada perencanaan infastruktur sistem informasi yang memadai, dan terintegrasi. Tujuan kegiatan abdimas melakukan sosialisasi kepada kelompok masyarakat yaitu pengurus dan anggota asosiasi Kepala Desa, Camat, Paguyuban Bumdes, beserta pejabat Kepala Dinas terkait seperti Kominfo, DPMD, Dispendukcapil, DPMPTSP. Dengan dukungan dari divisi IT Network Solution PT. Telkom Indonesia Tbk., aspek teknis yang disosialisasikan dalam membangun kembali arsitektur infrastruktur sistem informasi guna mengintegrasikan sistem informasi adalah menggunakan pendekatan DBMS (Data Base Management System). Sosialisasi desa digital diikuti 378 Kepala Daerah, 12 Kelurahan, 200 Bumdes, 33 Camat, dan Kepala Dinas terkait di Kabupaten Malang. Hasil pelaksanaan sosialisasi, Kepala Daerah menyetujui pelaksanaan pilot project di 6 desa dan membentuk tim kecil untuk memantau kegiatan integrasi sistem desa digital yang difasilitasi PT.Telkom Tbk.. Implikasi kegiatan abdimas adalah dapat memberikan solusi berupa kebijakan daerah guna terwujudnya desa digital yang terintegrasi.Kata Kunci: Desa Digital, Integrasi Sistem dan Data, DBMS, Sistem Informasi, Bumdes
MONITORING DAN EVALUASI DI BAZNAS KOTA BANDUNG BERBASIS ISO 9001:2015 Dedik Nur Triyanto Triyanto; Hendratno Hendratno
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.138 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v2i2.18544

Abstract

Masalah utama yang terjadi di BAZNAS Kota Bandung terkait dengan kurang pemahaman terkait dengan SOP yang ada dalam Baznas Kota Bandung, sehingga masih memungkinkan adanya indikasi temuan audit atas laporan keuangan yang dihasilkan karena kurangnya pemahaman akan SOP yang dibuat oleh pemangku kepentingan. BAZNAS Kota Bandung sudah mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2015, dengan adanya sertifikasi ini diharapkan semua aturan tertulis dalam bentuk SOP dan diimplementasikan seluruh staf yang ada. Namun, faktanya hingga saat ini BAZNAS Kota Bandung masih memiliki kendala yaitu terkait komunikasi dan koordinasi yang terjalin antar bagian. Tujuan kegiatan abdimas diharapkan kondisi yang yang sudah berjalan cukup baik lebih ditingkatkan kembali sehingga akan lebih baik kedepannya, dengan menggunakan pendekatan pengendalian internal yang memadai terutama terkait dengan SOP yang ada dalam BAZNAS Kota Bandung. Implementasi ISO:2015 menjadi bentuk pertanggungjawaban public yang harus diterapakan pada BAZNAS Kota Bandung bukan hanya sekedar memperoleh sertifikat semata.Kata Kunci: Evaluasi, Internal Control, Monitoring, ISO 9001:2015