Rizki Aprilia
Universitas Nadhlatul Ulama kalimantan Barat

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Guru dalam Merencanakan Evaluasi Kemampuan Berbicara Peserta Didik Kelas IV SDN 15 Sungai Raya Rizki Aprilia; Yunika Afryaningsih; Iir Nikmatul Fathonah
MEDIA DAN STRATEGI PEMBELAJARAN Vol 3 No 3 (2026): International Journal of Teaching
Publisher : YAYASAN CENDEKIA CITRA GEMILANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/ijt.v3i3.1248

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh hambatan komunikasi peserta didik kelas IV SDN 15 Sungai Raya yang cenderung pasif dan takut melakukan kesalahan ketika berbicara, serta keterbatasan dalam perencanaan evaluasi yang dilakukan guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam merencanakan evaluasi kemampuan berbicara berdasarkan empat unsur Newman dan Logan, yaitu output, basic way, steps, dan criteria. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah guru kelas IV, dengan data yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis secara induktif melalui reduksi dan kategorisasi data, sedangkan keabsahan data diperiksa menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan evaluasi berfokus pada kesiapan psikologis peserta didik. Pada unsur output, guru memprioritaskan keberanian peserta didik untuk berbicara dibandingkan standar kebahasaan yang ketat. Pada basic way, guru menggunakan penilaian unjuk kerja melalui kegiatan menceritakan kembali teks narasi. Pada steps, evaluasi dirancang secara fleksibel dan terintegrasi dengan pembelajaran sehari-hari serta didukung kegiatan ice breaking. Pada criteria, guru menyesuaikan penilaian dengan menekankan penguatan positif dan keberanian peserta didik untuk tampil. Temuan ini menunjukkan bahwa perencanaan evaluasi kemampuan berbicara di sekolah dasar perlu mempertimbangkan kesiapan psikologis peserta didik selain pencapaian kemampuan berbicara.