Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Namun, sebagian pelaku UMKM di Kelurahan Curug, Kecamatan Curug, Kota Serang masih menghadapi kendala dalam membangun identitas produk dan mengadopsi sistem pembayaran digital. Sebagian besar pelaku UMKM belum memiliki logo produk, banner promosi, maupun fasilitas pembayaran digital menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), sehingga daya saing usaha masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan branding dan digitalisasi UMKM melalui pendampingan pembuatan logo produk, banner promosi, serta implementasi QRIS. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang meliputi tahap observasi, identifikasi permasalahan, pendampingan, implementasi, dan evaluasi. Populasi kegiatan berjumlah 57 pelaku UMKM di Kelurahan Curug dengan sampel sebanyak 10 pelaku UMKM yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh mitra berhasil memiliki identitas produk berupa logo, media promosi berupa banner, serta sistem pembayaran digital melalui QRIS. Pendampingan ini juga meningkatkan pemahaman pelaku UMKM mengenai pentingnya branding dan digitalisasi usaha sehingga mampu memberikan kemudahan transaksi, meningkatkan profesionalisme usaha, serta memperkuat daya saing di era ekonomi digital. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini memberikan kontribusi positif terhadap penguatan kapasitas UMKM melalui integrasi branding produk dan digitalisasi pembayaran.