Benyamin Pintakhari
Sekolah Tinggi Agama Kristen Teruna Bhakti Yogyakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Generasi Muda melalui Workshop Pendalaman Alkitab Berbasis Student-Centered Learning: Studi Pengabdian kepada Masyarakat di GKPB Lippo Cikarang Benyamin Pintakhari
Jurnal Abdimas Peradaban Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Abdimas Peradaban
Publisher : Global Writing Academica Researching and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/qt8xf464

Abstract

Pendalaman Alkitab bagi kaum muda gereja masih banyak dilaksanakan melalui metode ceramah yang menempatkan peserta sebagai penerima informasi secara pasif, sehingga partisipasi aktif dan kemampuan refleksi kritis peserta terhadap firman Tuhan belum berkembang secara optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterlibatan aktif, kemampuan refleksi kritis, dan internalisasi nilai-nilai Kristiani kaum muda melalui pendekatan Student-Centered Learning (SCL) dalam Workshop Pendalaman Alkitab bertema “From Dream to Reality” yang mengangkat kisah Yusuf dalam Kejadian 37–50. Kegiatan dilaksanakan pada 13 September 2025 di GKPB MDC Lippo Cikarang dengan melibatkan 10 orang pengurus dan pemimpin kaum muda, melalui enam tahapan yang saling terintegrasi, yaitu workshop tematik, diskusi kelompok kecil, refleksi personal dan spiritual, life planning exercise, presentasi dan umpan balik, serta evaluasi partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan partisipasi aktif peserta pada setiap sesi, berkembangnya kemampuan peserta menghubungkan nilai-nilai kepemimpinan, integritas, dan pengampunan dalam kisah Yusuf dengan realitas kehidupan mereka, serta munculnya komitmen nyata untuk menerapkan nilai-nilai Kristiani dalam pelayanan dan kehidupan pribadi. Kegiatan ini menghasilkan model pembelajaran Alkitab berbasis SCL yang dapat direplikasi oleh gereja-gereja lain dalam mengembangkan pelayanan kaum muda yang lebih partisipatif, kontekstual, dan transformatif.