Website profil sekolah berperan penting sebagai media penyebaran informasi kepada siswa, guru, orang tua, dan masyarakat. Namun, website SMA Negeri 14 Samarinda yang sebelumnya dibangun menggunakan WordPress menghadapi kendala berupa pembaruan konten yang tidak rutin, ketergantungan administrator terhadap pengembang, serta kompleksitas pemeliharaan akibat akumulasi plugin. Penelitian terdahulu umumnya masih berfokus pada pengembangan website sekolah menggunakan Content Management System (CMS) konvensional, sedangkan evaluasi implementasi Headless CMS terhadap kualitas sistem masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi arsitektur Headless CMS pada website profil sekolah. Sistem dikembangkan menggunakan SDLC model Waterfall dengan ReactJS dan Tailwind CSS pada sisi front-end, Sanity sebagai Headless CMS, serta Vercel sebagai platform deployment. Evaluasi kualitas sistem dilakukan menggunakan Black-box Testing, System Usability Scale (SUS), dan Google Lighthouse. Hasil penelitian menunjukkan seluruh 21 skenario Black-box Testing berhasil dijalankan, website memperoleh skor SUS sebesar 79,73 (Good), serta skor Google Lighthouse sebesar 92 untuk Performance, 91 untuk Accessibility, 100 untuk Best Practices, dan 92 untuk SEO. Hasil tersebut menunjukkan bahwa arsitektur Headless CMS dengan karakteristik decoupled dan API-first mendukung fleksibilitas pengembangan, mempermudah pengelolaan konten, serta menghasilkan website sekolah dengan kualitas sistem yang baik. Penelitian ini memberikan bukti empiris mengenai implementasi Headless CMS sebagai alternatif CMS konvensional dalam pengembangan website profil sekolah.