Yasnita Yasnita
Universitas Negeri Jakarta, Jl. Rawamangun Muka, Jakarta Timur 13220, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penguatan Kepribadian Sosial Adaptif Pekerja Migran Indonesia Melalui Pendidikan Kewarganegaraan dan Appreciative Inquiry Yasnita Yasnita; Suci Rakhmawati; Iwan Sugihartono; Samsi Setiadi; Nurul Rohmah
Bahasa Indonesia Vol 23 No 02 (2026): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.232.09

Abstract

Indonesian migrant workers in Hong Kong live and work in a cross-cultural environment that requires the capacity to adapt while maintaining respect for their identity and dignity. This community engagement program aimed to develop socially adaptive capacities among Indonesian migrant workers through Civic Education using an Appreciative Inquiry approach. The program was conducted on 12 July 2026 at the Consulate General of the Republic of Indonesia in Hong Kong, involving 55 participants, through participatory learning, group discussions, experience sharing, case studies, and reflection following the Discover, Dream, Design, and Destiny stages. Evaluation was conducted qualitatively through interviews and participants’ reflective responses, with in-depth interviews involving seven of the 55 participants, all women aged 29–40 with a senior-high-school education, working as domestic helpers and elderly caregivers. Three main themes emerged: migration experiences served as a source of peer learning; the 4M framework—Mengamati (Observing), Memahami (Understanding), Menyesuaikan (Adapting), and Menjaga Martabat (Maintaining Dignity)—was perceived as new knowledge for understanding cultural adaptation; and participants expressed a need for continued spaces for learning and experience sharing. These findings suggest that migrant worker empowerment can be strengthened by bringing academic knowledge into dialogue with knowledge derived from migration experience, positioning migrant workers not merely as recipients of knowledge but as holders of experience that can contribute to collective learning.   Abstrak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Hong Kong menjalani kehidupan kerja dan sosial dalam lingkungan lintas budaya yang menuntut kemampuan beradaptasi tanpa kehilangan penghargaan terhadap identitas diri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengembangkan kepribadian sosial adaptif PMI melalui Pendidikan Kewarganegaraan dengan pendekatan Appreciative Inquiry. Kegiatan yang diikuti oleh 55 orang PMI ini dilaksanakan pada 12 Juli 2026 di Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Hong Kong melalui pembelajaran partisipatif, diskusi, berbagi pengalaman, studi kasus, dan refleksi dengan tahapan Discover, Dream, Design, dan Destiny. Evaluasi dilakukan secara kualitatif melalui wawancara dan respons reflektif peserta, dengan wawancara mendalam melibatkan 7 dari 55 peserta, seluruhnya perempuan berusia 29–40 tahun, berpendidikan SMA, dan bekerja sebagai asisten rumah tangga serta perawat lansia. Hasil kegiatan memperlihatkan tiga tema utama: pengalaman migrasi menjadi sumber belajar antarpeserta; kerangka 4M:Mengamati, Memahami, Menyesuaikan, dan Menjaga Martabat, dipersepsikan sebagai pengetahuan baru dalam memahami adaptasi budaya; serta munculnya kebutuhan terhadap ruang belajar dan pertukaran pengalaman yang berkelanjutan.Temuan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan PMI dapat dikembangkan dengan mempertemukan pengetahuan akademik dan pengetahuan yang lahir dari pengalaman migrasi. Appreciative Inquiry memberikan ruang untuk mengenali kapasitas peserta, sedangkan 4M membantu merefleksikan adaptasi sebagai proses memahami perbedaan, melakukan penyesuaian secara sadar, dan tetap menjaga martabat. Pengabdian ini menegaskan pentingnya menempatkan PMI bukan semata sebagai penerima pengetahuan, tetapi sebagai pemilik pengalaman yang dapat menjadi sumber pembelajaran bersama.