Surachmad Darusman
Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah Provinsi Kalimantan Barat

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pendekatan Multivariat Berbasis Principal Component Analysis (PCA) dalam Perspektif Ketahanan Pangan Daerah di Kalimantan Barat Maherawati Maherawati; Lucky Hartanti; Surachmad Darusman; Manto Manto; Anita Anita
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 32, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.117558

Abstract

Ketahanan pangan daerah merupakan isu strategis karena kerentanannya sangat dipengaruhi oleh kondisi sosial, infrastruktur, kesehatan, dan kualitas sumber daya manusia yang berbeda antarwilayah. Kalimantan Barat sebagai provinsi terbesar ketiga di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan social dan ekonomi yang berpotensi menghambat pencapaian ketahanan pangan masyarakat di Kalimantan Barat berdasarkan data Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) tahun 2020-2023 menggunakan pendekatan indeks komposit multidimensional berbasis Principal Component Analysis (PCA). Analisis dilakukan terhadap berbagai indicator ketahanan pangan untuk mereduksi dimensi data dan mengidentifikasi faktor dominan yang menjelaskan keragaman kondisi ketahanan pangan anntarwilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa satu faktor utama terbentuk dengan proporsi keragaman yang dominan, yaitu faktor kondisi social dan Kesehatan masyarakat. Faktor ini tersusun atas lima variable utama, yaitu rumah tangga tanpa akses listrik (X4), lama sekolah perempuan di atas 15 tahun (X5), rumah tangga tanpa air bersih (X6), rasio tenaga kesehatan (X7), dan balita stunting (X8). Rumah tangga tanpa akses Listrik, rumah tangga tanpa akses air bersih, dan prevalensi balita stunting memiliki kontribusi negative terhadap ketahanan pangan karena berkaitan dengan rendahnya akses terhadap kebutuhan dasar, meningkatnya kerentanan Kesehatan, dan menurunnya kualitas sumber daya manusia. Sebaliknya, Pendidikan perempuan yang lebih tinggi dan rasio tenaga Kesehatan yang lebih baik berkontribusi positif melalui peningkatan kapasitas rumah tangga dalam mengakses, memanfaatkan, dan mempertahankan kualitas pangan. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan ketahanan pangan di Kalimantan Barat memerlukan pendekatan lintas sektor yang mengintegrasikan pembangnunan infrastruktur dasar, peningkatan kualitas pendidikan perempuan, perluasan layanan kesehatan, dan percepatan penangangan stunting sebagai prioritas kejakan pembangunan daerah.