ABSTRACT Low learning outcomes in the river ecosystem topic among fifth-grade students at SD Negeri Temurejo 01 prompted an instructional improvement through the cooperative Make A Match model. This study employed Classroom Action Research (CAR), conducted in two cycles following the Kemmis and McTaggart stages of planning, action, observation, and reflection, involving 20 students. Changes in learning were observed through learning outcome tests and observation sheets, while achievement data were analyzed using IBM SPSS Statistics as supporting analysis, including tests of normality, homogeneity, achievement against the minimum competency criterion (KKM), comparisons between cycles, and N-Gain. The findings revealed a clearer improvement after the instructional action was refined through reflection. The class average increased from 55.4 in the pre-cycle to 58.0 in Cycle I and then reached 88.5 in Cycle II. Classical mastery remained at 35% in Cycle I but increased to 100% in Cycle II, exceeding the 75% success indicator. Supporting analysis indicated a difference in achievement between cycles with Sig. = 0.000, while the N-Gain of 0.60 was categorized as moderate. These findings indicate that Make A Match can serve as an alternative instructional approach for improving IPAS learning outcomes on the river ecosystem topic. ABSTRAK Rendahnya hasil belajar pada materi ekosistem sungai di kelas V SD Negeri Temurejo 01 mendorong dilakukannya perbaikan pembelajaran melalui model kooperatif tipe Make A Match. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan mengikuti tahapan Kemmis dan McTaggart, meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi, dengan subjek 20 siswa. Perubahan pembelajaran diamati melalui tes hasil belajar dan lembar observasi, sedangkan data capaian dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistics sebagai analisis pendukung, meliputi uji normalitas, homogenitas, pencapaian terhadap KKM, perbandingan capaian antarsiklus, dan N-Gain. Hasil penelitian memperlihatkan perubahan capaian yang lebih jelas setelah tindakan diperbaiki melalui refleksi. Rata-rata kelas meningkat dari 55,4 pada pra-siklus menjadi 58,0 pada Siklus I, kemudian mencapai 88,5 pada Siklus II. Ketuntasan klasikal tetap 35% pada Siklus I, tetapi meningkat menjadi 100% pada Siklus II dan melampaui indikator keberhasilan sebesar 75%. Analisis pendukung menunjukkan perbedaan capaian antarsiklus dengan Sig. = 0,000 dan N-Gain sebesar 0,60 dalam kategori sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa Make A Match dapat digunakan sebagai alternatif tindakan pembelajaran IPAS untuk meningkatkan capaian belajar pada materi ekosistem sungai.