Warsiyati Warsiyati
RST WIJAYAKUSUMA PURWOKERTO

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Pin Aromaterapi Peppermint terhadap Penurunan Nyeri pada Pasien Pasca Operasi dengan Anestesi Tiva Syaputri Syaputri; Dwi Novitasari; Amin Susanto; Warsiyati Warsiyati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 10 (2026): Volume 9 Nomor 10 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i10.27585

Abstract

ABSTRAK Nyeri pasca operasi tetap menjadi masalah klinis utama yang sering dialami pasien setelah pembedahan, termasuk pada pasien yang menerima Total Intravenous Anesthesia (TIVA). Nyeri yang tidak tertangani dengan baik dapat mengganggu kenyamanan pasien, menghambat mobilisasi dini, memperpanjang proses pemulihan, serta meningkatkan risiko komplikasi pasca operasi. Meskipun analgesik farmakologis merupakan standar utama dalam manajemen nyeri, pendekatan nonfarmakologis yang aman, sederhana, dan mudah diterapkan diperlukan sebagai terapi komplementer. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengimplementasikan pin aromaterapi peppermint sebagai intervensi untuk menurunkan nyeri pada pasien pasca pembedahan dengan anestesi TIVA. Metode yang digunakan meliputi edukasi singkat kepada pasien, pengukuran tingkat nyeri awal menggunakan Numeric Rating Scale (NRS), pemasangan pin aromaterapi pada area tubuh yang nyaman, serta observasi selama ± 15 menit, kemudian dilakukan pengukuran ulang tingkat nyeri untuk mengevaluasi perubahan tingkat nyeri setelah implementasi intervensi. Kegiatan dilaksanakan di Rumah Sakit Wijayakusuma DKT dengan jumlah peserta 35 pasien. Hasil menunjukkan terjadinya penurunan intensitas nyeri setelah implementasi pin aromaterapi peppermint, yang ditandai dengan perubahan mayoritas peserta dari kategori nyeri sedang menjadi nyeri ringan. Selain itu, terjadi kecenderungan perbaikan pada tekanan darah dan denyut nadi menuju kategori normal. Kesimpulan, implementasi pin aromaterapi dapat menjadi terapi komplementer nonfarmakologis yang praktis untuk membantu menurunkan nyeri serta meningkatkan kenyamanan pasien pasca operasi dengan anestesi TIVA. Kata Kunci: Anestesi TIVA, Aromaterapi Peppermint, Nyeri Pasca Operasi, Terapi Nonfarmakologis.  ABSTRACT Postoperative pain remains a major clinical problem frequently experienced by patients after surgery, including those receiving Total Intravenous Anesthesia (TIVA). Inadequately managed pain can compromise patient comfort, hinder early mobilization, prolong recovery, and increase the risk of postoperative complications. Although pharmacological analgesics remain the mainstay of pain management, safe, simple, and easily implemented nonpharmacological approaches are needed as complementary therapies. This community service activity aimed to implement peppermint aromatherapy pins as a complementary intervention to help reduce pain in postoperative patients receiving TIVA. The intervention included brief patient education, assessment of baseline pain intensity using the Numeric Rating Scale (NRS), placement of the aromatherapy pin on a comfortable area of the patient's clothing, and observation for approximately 15 minutes, followed by reassessment of pain intensity to evaluate changes after the intervention. The activity was conducted at Wijayakusuma DKT Hospital and involved 35 postoperative patients. The results showed a reduction in pain intensity following the implementation of peppermint aromatherapy pins, as indicated by a shift in the majority of participants from moderate to mild pain. In addition, there was a tendency for blood pressure and pulse rate to shift toward the normal range. In conclusion, peppermint aromatherapy pins may serve as a practical nonpharmacological complementary therapy to help reduce pain and improve comfort in postoperative patients receiving TIVA. Keywords: Nonpharmacological Therapy, Peppermint Aromatherapy, Postoperative Pain, TIVA Anesthesia.