Risdiana Melinda Naibaho
DIII Keperawatan Dairi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kampanye Tbc Paru Ramah Keluarga: Meningkatkan Kesadaran Ibu dalam Melindungi Anak dari Penularan Tbc Jojor Silaban; Risdiana Melinda Naibaho; Perak Maruli Asi Roha Hutagalung
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 10 (2026): Volume 9 Nomor 10 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i10.27694

Abstract

ABSTRAK Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan di Indonesia, dengan tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Penemuan kasus TBC di Indonesia meningkat tajam, dengan 724.309 kasus ditemukan pada 2022 dan 821.200 kasus pada 2023. Estimasi jumlah kasus TBC di Indonesia mencapai sekitar 1.060.000 kasus. Berdasarkan Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB), sebanyak 821.200 kasus TBC telah ternotifikasi pada tahun 2023, yang merupakan 77% dari target. Penularan TBC dalam keluarga mencapai 76,6%. Dari kasus yang ternotifikasi, 86% kasus TBC telah diobati. Keterlibatan keluarga memainkan peran penting dalam pengendalian dan pencegahan TB, terutama dalam penularan di rumah tangga. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku ibu tentang TBC paru, cara penularan, dan pencegahannya, Menumbuhkan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan keluarga, menghapus stigma terhadap penderita TBC melalui pendekatan empatik dan edukatif dan mendorong peran aktif keluarga dalam mendeteksi dan mencegah penyebaran TBC. Manfaat kegiatan untuk membantu para ibu meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku dalam upaya pencegahan penuluran TBC. Khalayak sasaran dalam kegiatan penyuluhan ini adalah Ibu balita di Wilayah Kerja Puskesmas Bunturaja berjumlah 53 orang. Ada 4 tahapan kegiatan: pertama melaksanakan pre-test pengetahuan sasaran tentang TBC Paru, kedua memberikan edukasi melalui ceramah, diskusi, tanya jawab dan demonstrasi; ketiga melakukan monitoring dan pendampingan; dan keempat melakukan evaluasi atau post-test test. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berjalan dengan baik, Hasil evaluasi post-test menunjukkan bahwa edukasi efektif meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku peserta. Pengetahuan baik meningkat dari 5,66% menjadi 77,36%, sikap positif dari 15,06% menjadi 84,91%, dan perilaku baik dari 7,55% menjadi 81,13% setelah edukasi. Kata Kunci: Tuberkulosis, Kasus TBC, Pengabdian Masyarakat.  ABSTRACT Tuberculosis (TB) remains a significant health issue in Indonesia, characterized by high morbidity and mortality rates. TB case detection in Indonesia has risen sharply, with 724,309 cases identified in 2022 and 821,200 cases in 2023; the estimated total number of TB cases in the country is approximately 1,060,000. According to the Tuberculosis Information System (SITB), 821,200 TB cases were notified in 2023, representing 77% of the target. Intra-familial TB transmission accounts for 76.6% of cases. Of the notified cases, 86% have undergone treatment. Family involvement plays a crucial role in TB control and prevention, particularly regarding household transmission. The objectives of this activity were to improve mothers' knowledge, attitudes, and behaviors regarding pulmonary TB, its transmission, and prevention; to foster clean and healthy living habits within the family; to eliminate stigma against TB patients through an empathetic and educational approach; and to encourage active family participation in detecting and preventing the spread of TB. The activity aimed to help mothers enhance their knowledge, attitudes, and behaviors in efforts to prevent TB transmission. The target audience for this health education activity consisted of 53 mothers with children under five years of age in the Bunturaja Community Health Center (Puskesmas) working area. The activity comprised four stages: first, conducting a pre-test to assess the participants' knowledge of pulmonary TB; second, providing education through lectures, discussions, QA sessions, and demonstrations; third, conducting monitoring and providing guidance; and fourth, performing an evaluation or post-test. The community service activity proceeded successfully; post-test results indicated that the education provided was effective in improving the participants' knowledge, attitudes, and behaviors. Good knowledge increased from 5.66% to 77.36%, positive attitudes from 15.06% to 84.91%, and good behavior from 7.55% to 81.13% following the educational intervention. Keywords: Tuberculosis, TB cases, Community service.