Saqih Lintang Sungesti
Program Studi Kebidanan, STIKES RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Kader dan Keluarga dalam Asuhan Kebidanan Berbasis Ekologi dan Teknologi untuk Meningkatkan Kesehatan Mental Ibu Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Bantargebang Bekasi Raras Setyaningrum; Saqih Lintang Sungesti; Siti Fatimah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 10 (2026): Volume 9 Nomor 10 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i10.28121

Abstract

ABSTRAK Masa nifas merupakan periode yang rentan terhadap perubahan fisik dan psikologis yang dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah kesehatan mental, termasuk depresi postpartum. Deteksi dini, dukungan keluarga, serta keterlibatan kader menjadi komponen penting dalam upaya promotif dan preventif kesehatan mental ibu nifas. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader dalam deteksi dini masalah kesehatan mental ibu nifas, meningkatkan pengetahuan ibu nifas dan keluarga, serta memperkuat dukungan keluarga melalui pemanfaatan telemidwifery. Kegiatan dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Bantargebang Bekasi dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat yang melibatkan kader kesehatan, ibu nifas, dan suami/anggota keluarga. Peserta kegiatan terdiri atas 30 kader kesehatan, 30 ibu nifas yang mengikuti skrining EPDS, serta 30 suami/anggota keluarga. Intervensi meliputi pelatihan kader mengenai kesehatan mental ibu nifas dan penggunaan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS), edukasi kepada ibu nifas dan keluarga, penguatan dukungan keluarga, serta pemanfaatan WhatsApp sebagai media telemidwifery untuk edukasi, konsultasi, dan pemantauan. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi keterampilan kader dalam penggunaan EPDS, hasil skrining kesehatan mental ibu nifas, serta pemantauan keterlibatan keluarga dan aktivitas telemidwifery. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program dapat dilaksanakan dengan melibatkan kader dan keluarga sebagai bagian dari sistem pendampingan ibu nifas. Skrining terhadap 30 ibu nifas menghasilkan pemetaan kondisi psikologis yang dapat digunakan sebagai dasar edukasi dan tindak lanjut sesuai kebutuhan. Pendekatan integratif berbasis kader, keluarga, bidan, dan teknologi komunikasi berpotensi memperkuat deteksi dini dan pendampingan kesehatan mental ibu nifas secara berkelanjutan. Kata Kunci: Ibu Nifas, Kesehatan Mental, Depresi Postpartum, EPDS, Kader, Dukungan Keluarga, Telemidwifery.  ABSTRACT The postpartum period is a vulnerable phase characterized by physical and psychological changes that may increase the risk of maternal mental health problems, including postpartum depression. Early detection, family support, and community health cadre involvement are important components of promotive and preventive efforts to improve postpartum maternal mental health. This community service program aimed to strengthen health cadres’ capacity in the early detection of postpartum mental health problems, improve the knowledge of postpartum mothers and their families, and strengthen family support through telemidwifery. The activity was conducted in the working area of Bantargebang Community Health Center, Bekasi, using a community empowerment approach involving health cadres, postpartum mothers, and husbands/family members. The participants consisted of 30 health cadres, 30 postpartum mothers who underwent EPDS screening, and 30 husbands/family members. The intervention included cadre training on postpartum mental health and the use of the Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS), education for postpartum mothers and families, strengthening family support, and the use of WhatsApp as a telemidwifery platform for education, consultation, and monitoring. Evaluation was conducted through pre-test and post-test assessments, observation of cadres’ EPDS skills, maternal mental health screening results, and monitoring of family involvement and telemidwifery activities. The results demonstrated that the program could be implemented by engaging cadres and families as an integrated support system for postpartum mothers. Screening of 30 postpartum mothers provided an initial mapping of their psychological conditions that could be used to guide education and appropriate follow-up. An integrated approach involving cadres, families, midwives, and communication technology has the potential to strengthen early detection and sustainable mental health support for postpartum mothers. Keywords: Postpartum Mothers, Maternal Mental Health, Postpartum Depression, EPDS, Health Cadres, Family Support, Telemidwifery.