Transformasi digital dalam pendidikan STEM membutuhkan kepemimpinan yang mampu mengarahkan integrasi teknologi secara strategis melalui penguatan infrastruktur digital, transformasi budaya akademik, dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tren terkini, tantangan, dan kesenjangan penelitian terkait implementasi kepemimpinan digital dalam pendidikan kuantitatif dan STEM. Pendekatan scoping review digunakan dengan mengikuti pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses Extension for Scoping Reviews (PRISMA-ScR). Pencarian literatur dilakukan melalui basis data Scopus yang mengidentifikasi 41 dokumen pada tahap awal. Setelah penyaringan judul dan abstrak, dilanjutkan dengan penilaian kelayakan teks lengkap, sebanyak 14 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis melalui sintesis kualitatif. Temuan menunjukkan bahwa penelitian kepemimpinan digital didominasi oleh pendekatan kuantitatif yang mengkaji hubungan antara kepemimpinan digital, kompetensi digital pendidik, integrasi teknologi, pengembangan profesional, dan transformasi pendidikan. Tantangan utama yang diidentifikasi meliputi keterbatasan infrastruktur teknologi, kesiapan sumber daya digital, resistensi pendidik terhadap adaptasi teknologi, serta kurangnya pengembangan budaya akademik yang berorientasi teknologi. Kajian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan digital yang efektif dalam pendidikan kuantitatif dan STEM memerlukan strategi terintegrasi yang menggabungkan investasi teknologi, pengembangan kompetensi pendidik, dan transformasi budaya organisasi. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi pemimpin pendidikan dalam merancang kebijakan transformasi digital yang berkelanjutan.