Lia Rahmika
Universitas Islam Kebangsaan Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Pengaruh Perputaran Modal Kerja, Laba Bersih, dan Arus Kas Operasi Terhadap Harga Saham pada Perusahaan Property dan Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Lia Rahmika; Murni Murni; Muhammadsaifrizal Muhammadsaifrizal
Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Manajemen Indonesia Vol. 2 No. 2 (2026): JULI-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/6w9a2y57

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perputaran modal kerja, laba bersih, dan arus kas operasi terhadap harga saham pada perusahaan property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2022-2023. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya ketidaksesuaian antara kinerja keuangan perusahaan dan pergerakan harga saham, di mana peningkatan laba bersih dan arus kas operasi tidak selalu diikuti oleh kenaikan harga saham. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan regresi data panel melalui program EViews 12. Populasi penelitian adalah perusahaan property dan real estate papan utama BEI, dengan enam perusahaan terpilih melalui purposive sampling (CTRA, JRPT, ASRI, MTLA, PWON, dan BSDE), sehingga diperoleh 48 observasi laporan keuangan triwulanan periode 2022-2023. Uji pemilihan model (Chow dan Lagrange Multiplier) menunjukkan bahwa Common Effect Model merupakan model yang paling sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, perputaran modal kerja (t = 1,567; sig. = 0,124), laba bersih (t = 1,156; sig. = 0,254), dan arus kas operasi (t = 1,407; sig. = 0,167) tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Secara simultan, ketiga variabel juga tidak berpengaruh signifikan (F = 1,416; sig. = 0,251), dengan nilai R² sebesar 16,6% dan Adjusted R² sebesar 4,1%. Temuan ini mengindikasikan bahwa harga saham perusahaan property dan real estate lebih banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti suku bunga, inflasi, dan kebijakan pemerintah, dibandingkan indikator keuangan internal tersebut.