Mangatur Sinaga
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Riau

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Representasi dan Resistensi Perempuan dalam Novel Momoye Mereka Memanggilku Karya Ekahindra dan Koichi Kimura Melysa Haryanti; Elmustian Elmustian; Mangatur Sinaga
TONIL: Jurnal Kajian Sastra, Teater dan Sinema Vol 23, No 2: September 2026
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/tnl.v23i2.21526

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji representasi nilai dan tindakan feminisme serta bentuk resistensi perempuan terhadap dominasi dalam novel Momoye Mereka Memanggilku karya Ekahindra dan Koichi Kimura. Novel tersebut mengangkat pengalaman perempuan Indonesia yang menjadi korban kekerasan dan eksploitasi seksual pada masa pendudukan Jepang, sekaligus memperlihatkan perjuangan perempuan dalam memperoleh pengakuan, keadilan, dan pemulihan martabat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kritik sastra feminis. Data penelitian berupa kata, frasa, kalimat, dialog, narasi, tindakan, dan peristiwa yang merepresentasikan nilai dan tindakan feminisme serta resistensi perempuan. Data dikumpulkan melalui teknik baca dan catat, kemudian diklasifikasikan berdasarkan fokus penelitian dan dianalisis secara interpretatif. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai feminisme dalam novel direpresentasikan melalui nilai keadilan, kebebasan dan hak perempuan, serta martabat perempuan. Nilai tersebut diwujudkan melalui tindakan feminisme menyuarakan pengalaman dan hak perempuan, memperjuangkan keadilan, mempertahankan hak dan martabat, serta menolak penindasan dan kekerasan. Resistensi perempuan terhadap dominasi ditampilkan melalui resistensi verbal, nonverbal, dan komprehensif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perempuan dalam novel tidak berhenti pada posisi sebagai korban, tetapi bergerak menjadi subjek yang memiliki kesadaran, suara, dan agensi untuk menentang ketidakadilan serta memperjuangkan hak dan martabatnya.