Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : siber journal of advanced multidisciplinary

Analisis Komparasi Produktivitas Combine Harvester dan Power Thresher pada Usahatani Padi di Desa Ringin Sari Kecamatan Belitang III Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Eka Nursanti; Zainul Adhar; Didi Juhandi; Hariyono Hariyono
Siber Journal of Advanced Multidisciplinary Vol. 4 No. 2 (2026): (SJAM) Siber Journal of Advanced Multidisciplinary (July - September 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/sjam.v4i2.1117

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin berkembangnya penggunaan mekanisasi pertanian dalam kegiatan pemanenan padi, khususnya melalui penggunaan Combine Harvester dan Power Thresher. Kedua teknologi tersebut memiliki sistem kerja dan kebutuhan tenaga kerja yang berbeda sehingga dapat menghasilkan tingkat produktivitas yang berbeda pula. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produktivitas serta mengetahui perbedaan produktivitas Combine Harvester dan Power Thresher pada kegiatan panen padi di Desa Ringin Sari, Kecamatan Belitang III, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan teknik sampling jenuh atau sensus. Responden penelitian berjumlah 14 orang, terdiri atas 7 pengguna Combine Harvester dan 7 pengguna Power Thresher. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Analisis dilakukan dengan menghitung produktivitas alat dan produktivitas tenaga kerja, dilanjutkan dengan uji homogenitas varians dan Independent Samples t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata produktivitas Combine Harvester sebesar 0,6086 ha/jam, sedangkan Power Thresher sebesar 0,2186 ha/jam. Produktivitas tenaga kerja Combine Harvester sebesar 2,4014 ton/orang/hari, sedangkan Power Thresher sebesar 0,2096 ton/orang/hari. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua teknologi tersebut dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Tingginya produktivitas Combine Harvester berkaitan dengan sistem kerja yang terintegrasi, kapasitas mesin, penggunaan tenaga kerja yang lebih efisien, pengalaman operator, serta kondisi lahan yang mendukung. Dengan demikian, Combine Harvester lebih unggul dalam produktivitas alat dan tenaga kerja dibandingkan Power Thresher pada lokasi penelitian.
Analisis Nilai Tambah Usaha Pembuatan Genteng Sebagai Pendukung Sistem Agribisnis Di Kabupaten OKU Timur (Studi Kasus Usaha Genteng di Desa Gedung Rejo Dicky Pratama; Hariyono Hariyono; M.Hafiz Azhad; Sugeng Supriyanto
Siber Journal of Advanced Multidisciplinary Vol. 4 No. 2 (2026): (SJAM) Siber Journal of Advanced Multidisciplinary (July - September 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/sjam.v4i2.1200

Abstract

Penelitian berjudul "Analisis Nilai Tambah Usaha Pembuatan Genteng sebagai Pendukung Sistem Agribisnis di Kabupaten OKU Timur: Studi Kasus di Desa Gedung Rejo" mengkaji produksi, biaya, pendapatan, dan nilai tambah usaha genteng tanah liat berskala rumah tangga. Penelitian bertujuan menganalisis struktur biaya produksi, penerimaan, pendapatan, dan nilai tambah yang dihasilkan serta menjelaskan kontribusi usaha genteng terhadap sistem agribisnis perdesaan. Penelitian dilaksanakan di Desa Gedung Rejo, Kecamatan Belitang, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, pada Mei sampai Juni 2026. Metode penelitian yang digunakan adalah survei studi kasus dengan penentuan sepuluh pengusaha genteng melalui sensus. Data primer dikumpulkan melalui observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi produksi. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan perhitungan biaya produksi, penerimaan, pendapatan, dan nilai tambah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata penerimaan usaha mencapai Rp11.775.000,00 per bulan, rata-rata biaya produksi sebesar Rp5.894.247,30, dan rata-rata pendapatan usaha sebesar Rp5.955.752,70. Setelah memperhitungkan imbalan tenaga kerja keluarga, rata-rata nilai tambah bersih mencapai Rp5.176.744,60 per usaha per bulan. Usaha genteng turut mendukung agribisnis perdesaan melalui penyerapan tenaga kerja lokal, diversifikasi pendapatan rumah tangga, pemanfaatan sumber daya lokal, dan penggunaan limbah pertanian sebagai bahan bakar. Dengan demikian, usaha genteng memberikan manfaat ekonomi dan berkontribusi terhadap penguatan sistem pendukung agribisnis perdesaan.