Gena Anastasia Brahim
STT Migas Balikpapan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Geologi dan Potensi Geowisata Air Terjun Tembinus Desa Bukit Raya, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara Mengunakan Pendekatan GIS Gena Anastasia Brahim
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi No 1 (2026): Special Issue: BORNEO EARTH SCIENCE SUMMIT 2025
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtgeo.v0i1.30075

Abstract

Air Terjun Tembinus merupakan bentang alam fluvial yang berkembang pada satuan sedimen Formasi Balikpapan yang didominasi oleh batupasir dengan sisipan batulanau dan batulempung. Perbedaan tingkat resistensi litologi terhadap erosi berperan penting dalam mengontrol pembentukan morfologi air terjun, di mana batupasir yang relatif resisten membentuk tebing terjal, sementara litologi berbutir halus berfungsi sebagai zona lemah yang memengaruhi posisi dan bentuk jatuhan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi geologi dan geomorfologi kawasan Air Terjun Tembinus serta menilai potensi pengembangannya sebagai kawasan geowisata edukatif melalui pendekatan kuantitatif dan analisis spasial. Metode penelitian meliputi studi literatur, observasi lapangan, analisis geologi, serta pemodelan kelerengan berbasis Sistem Informasi Geografis menggunakan data Digital Elevation Model. Penilaian potensi geowisata dilakukan dengan metode skoring kuantitatif yang mencakup parameter nilai ilmiah, nilai pendidikan, nilai ekonomi, nilai konservasi, dan nilai tambahan, kemudian dianalisis lebih lanjut menggunakan pendekatan SWOT untuk merumuskan strategi pengembangan kawasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan Air Terjun Tembinus didominasi oleh lereng curam hingga sangat curam yang berperan penting dalam pembentukan morfologi air terjun sekaligus meningkatkan potensi bahaya geomorfologi, seperti longsor dan runtuhan batuan. Hasil penilaian kuantitatif menunjukkan bahwa Air Terjun Tembinus memperoleh nilai total sebesar 32,5%, yang mengindikasikan potensi geowisata kategori sedang dengan keunggulan utama pada aspek nilai ilmiah dan pendidikan. Namun demikian, keterbatasan aksesibilitas, minimnya fasilitas pendukung, serta tingginya risiko geomorfologi menyebabkan nilai ekonomi dan konservasi kawasan masih relatif rendah. Oleh karena itu, pengembangan Air Terjun Tembinus direkomendasikan sebagai geowisata edukatif berskala terbatas dengan penekanan pada upaya mitigasi risiko geomorfologi, konservasi geologi, serta penyediaan fasilitas interpretatif.