Praktik administrasi perkantoran merupakan sarana pembelajaran berbasis pengalaman yang menjembatani teori perkuliahan dengan tuntutan kerja nyata sekaligus meningkatkan kompetensi profesional mahasiswa. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan, tugas-tugas administrasi, kendala yang dihadapi, serta peningkatan kompetensi yang diperoleh selama praktik di UPT Pendapatan Wilayah Gowa, Badan Pendapatan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan. Praktik berlangsung selama 45 hari kerja, dari tanggal 05 Juni hingga 07 Agustus 2026, dengan penempatan pada empat bagian utama: Tata Usaha, Jasa Raharja, Pendataan dan Penagihan, serta Pelayanan dan Pengaduan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Hasil praktik menunjukkan bahwa mahasiswa melaksanakan beragam tugas: pengelolaan surat-menyurat dan pengarsipan, verifikasi data Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan, pendataan kendaraan dan penagihan pajak, penetapan kendaraan baru, pembuatan fiskal, hingga layanan lapor jual kendaraan. Selama praktik ditemui kendala seperti gangguan sistem, antrean panjang, ketidaklengkapan berkas, dan rendahnya kesadaran wajib pajak yang diatasi melalui koordinasi dan sosialisasi. Praktik ini terbukti meningkatkan keterampilan teknis maupun nonteknis: pengelolaan arsip, penginputan data, ketelitian, komunikasi, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kerja sama. Dengan demikian, praktik administrasi perkantoran menjadi sarana pembelajaran yang menghubungkan teori perkuliahan dengan tuntutan pelayanan publik di instansi pendapatan daerah.