Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TRANSFORMASI PENYANDANG DISABILITAS  SEBAGAI PENGAJAR RAJUT DALAM MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT INKLUSIF BERBASIS SOCIAL MAPPING: STUDI KASUS PROGRAM MERAJUT ASA KITA Erick Abriandi; Angga Eka Wahyu Ramadan; Dyta Mardyani; Wahyu Eko Widodo
Journal of Governance and Law Reform Vol. 1 No. 3 (2026): July
Publisher : Catalist Indo Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64670/jglr.v1i3.142

Abstract

Program pemberdayaan masyarakat berbasis tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) sering kali menempatkan penyandang disabilitas sebagai penerima manfaat, bukan sebagai kontributor aktif dalam pembangunan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan Program Merajut Asa Kita yang didasarkan pada rekomendasi Pemetaan Sosial Desa Binong tahun 2022, mengeksplorasi transisi penyandang disabilitas menjadi instruktur merajut, serta mengembangkan model pemberdayaan masyarakat yang inklusif. Studi kasus kualitatif dilakukan di Kampung Rajut Binong, Kota Bandung. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini memampukan sepuluh penyandang disabilitas untuk menjadi instruktur merajut, sehingga memperkuat keterampilan, kepercayaan diri, dan pengakuan sosial mereka. Program ini juga memperkuat modal sosial masyarakat serta mendukung pengembangan Kampung Rajut Binong sebagai destinasi wisata edukasi. Capaian-capaian ini menggambarkan kontribusi pendekatan pengembangan masyarakat dan Asset-Based Community Development dalam mengakui serta mendayagunakan kemampuan penyandang disabilitas dalam inisiatif CSR. Penelitian menyimpulkan bahwa pemberdayaan inklusif dapat didorong dengan menciptakan peluang bagi penyandang disabilitas untuk berkontribusi sebagai instruktur dan pelaku komunitas. Model Pemberdayaan Masyarakat Inklusif melalui Pelatih Penyandang Disabilitas yang diusulkan memberikan kerangka kerja potensial bagi pemberdayaan berbasis CSR, meskipun penerapan model ini dalam konteks lain memerlukan penelitian lebih lanjut.
Analisis Dampak Lingkungan Program Keanekaragaman Hayati Pertamina Fuel Terminal Bandung Di Taman Kehati Kiara Payung Dengan Metode Rosot Karbon Menggunakan Aplikasi Aruna Carbon Intelligence Angga Eka Wahyu Ramadan; Wahyu Eko Widodo; Erick Abriandi; Dyta Mardyani
KOLONI Vol. 5 No. 3 (2026): SEPTEMBER 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v5i3.1437

Abstract

The global climate change crisis driven by Greenhouse Gas (GHG) emissions demands scientifically rigorous, nature-based mitigation efforts. PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Bandung actively contributes to this goal through a 2-hectare biodiversity conservation and reforestation program at Taman Kehati Kiara Payung, West Java. This study evaluates the environmental impact of the program by analyzing tree canopy development, sapling growth dynamics, and the biomass of understory plants (tumbuhan bawah) and leaf litter (serasah) using the innovative ARUNA Carbon Intelligence platform. Periodic monitoring was conducted in permanent Plot 5 (Sub-plots 5.1 to 5.5). The scientific validity of understory plant and leaf litter biomass was validated by laboratory gravimetric analysis conducted at the Soil Chemistry and Plant Nutrition Laboratory, Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran (Report No. C-0173 to 0370/07/2026). Tree monitoring in Plot 5.1 demonstrated stable biomass accumulation, such as African Mahogany (Mahoni Afrika) whose trunk circumference grew from 91.5 cm (2024) to 106 cm (2026) with a height of 15.5 m. Sapling inventories showed remarkable growth in ecologically and economically valuable species, notably Pinang, which reached a maximum height of 340 cm and a trunk diameter (D20) of 91.73 mm. Lab results indicated that leaf litter possessed low, optimal moisture content (ranging between 17% - 24%, dry weight reaching 218.40 g out of 265.33 g wet weight), while understory plants exhibited higher moisture content (~56% - 63%). The ARUNA Carbon Intelligence application, which integrates Artificial Intelligence with QR Coding and Geotagging, proved highly effective in enhancing the spatial resolution of carbon accounting, eliminating double-counting, and providing a 75.6% reduction in carbon inventory operational costs (slashing costs from IDR 22,500,000 to IDR 5,500,000 per campaign). Overall, this program delivers substantial positive environmental impacts on forest ecosystem restoration and climate change mitigation within the North Bandung catchment area.