Rona Riasma Oktobriariani oktobriariani
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN LAMA PENGGUNAAN KONTRASEPSI DENGAN GANGGUAN MENSTRUASI PADA AKSEPTOR KB SUNTIK 3 BULAN INTAN BR TARIGAN; Rona Riasma Oktobriariani oktobriariani
Jurnal Ilmiah Bidan Vol. 10 No. 1 (2026): JIDAN Jurnal Ilmiah Bidan Edisi April
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pelita Ilmu Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69935/jidan.v10i1.139

Abstract

Kontrasepsi suntik 3 bulan menjadi salah satu pilihan metode KB yang paling banyak dipakai masyarakat Indonesia, meskipun pemakaiannya kerap disertai keluhan berupa gangguan siklus haid seperti bercak darah (spotting), tidak haid (amenore), maupun perdarahan yang tidak teratur, yang diperkirakan dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan pengguna dan durasi pemakaian kontrasepsi tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara pengetahuan dan durasi penggunaan kontrasepsi dengan gangguan menstruasi pada pengguna KB suntik 3 bulan di TPMB R Kota Depok pada tahun 2026. Desain penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 52 responden dilibatkan sebagai sampel, dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa mayoritas responden berpengetahuan baik (69,2%), telah menggunakan kontrasepsi suntik selama lebih dari satu tahun (69,2%), dan mengalami gangguan menstruasi (80,8%). Uji chi-square memperlihatkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan gangguan menstruasi (p=0,140), sementara ditemukan hubungan yang signifikan antara durasi penggunaan kontrasepsi dengan gangguan menstruasi (p=0,001). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa durasi pemakaian kontrasepsi suntik 3 bulan berkaitan dengan munculnya gangguan menstruasi, sedangkan tingkat pengetahuan tidak memperlihatkan hubungan yang bermakna. Tenaga kesehatan disarankan untuk aktif memberikan konseling, informasi, dan edukasi terkait efek samping kontrasepsi kepada para akseptor KB.