Penelitian ini bertujuan menganalisis beban kerja operator produksi pada UD Kuala Jaya dan menyusun usulan pemerataan beban kerja berdasarkan metode Full Time Equivalent (FTE). Permasalahan penelitian berangkat dari ketidakseimbangan beban kerja antarstasiun yang berpotensi menimbulkan waktu menganggur pada sebagian operator dan beban kerja berlebih pada operator lainnya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan pengukuran waktu siklus menggunakan stopwatch. Pengamatan waktu produksi dilakukan sebanyak sepuluh kali untuk setiap elemen kegiatan. Data kemudian diolah melalui penentuan waktu rata-rata, waktu normal, waktu baku, jam kerja efektif, dan nilai FTE. Hasil penelitian menunjukkan dua operator pada stasiun pengetaman berada pada kategori underload dengan nilai FTE 0,933 dan 0,956. Dua operator pada stasiun pembuatan barang mengalami overload dengan nilai 2,550 dan 2,501, sedangkan operator pendempulan dan pengampelasan berada pada kategori normal dengan nilai 1,200 dan 1,203. Operator pengecatan juga overload dengan nilai 1,469. Usulan pemerataan menghasilkan FTE 1,008; 1,021; 1,260; 1,253; 1,200; 1,203; dan 0,979. Redistribusi aktivitas dapat memperbaiki keseimbangan beban kerja dan menjadi dasar pengelolaan tenaga kerja yang lebih efektif