Muchammad Nauvas Syauqi
Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kebiasaan Minum Teh Setelah Makan Dengan Kejadian Anemia Pada Santri Putri Di Pondok Pesantren Ash Shomadiyah Tuban Muchammad Nauvas Syauqi; Binti Yunariyah; Roudlotul Jannah; Yasin Wahyurianto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2377

Abstract

Anemia gizi besi masih menjadi isu kesehatan masyarakat yang dominan di Indonesia, khususnya pada kelompok remaja putri di ekosistem pesantren yang rentan akibat berbagai determinan, termasuk perilaku asupan teh postprandial yang menginhibisi absorpsi mineral besi. Pengkajian ini berorientasi untuk menguji korelasi antara habituasi konsumsi teh pascamakan terhadap insidensi anemia pada populasi santriwati di Pondok Pesantren Ash Shomadiyah Tuban. Metode observasional analitik berdesain cross-sectional diterapkan dengan menempatkan habituasi minum teh pascamakan sebagai variabel bebas dan manifestasi anemia sebagai variabel terikat. Seluruh populasi santri putri sebanyak 60 subjek dilibatkan secara utuh memanfaatkan pendekatan total sampling. Evaluasi deskriptif mengidentifikasi bahwa porsi terbesar sampel (70,0%) mencatatkan habituasi konsumsi teh pada kategori adekuat, meskipun tingkat kejadian indikasi klinis anemia mencakup proporsi mayoritas (75,0%). Analisis kontingensi memperlihatkan gejala anemia dialami oleh 83,3% responden pada kelompok kebiasaan baik dan 55,6% pada kelompok kebiasaan kurang adekuat. Komputasi biostatistik memanfaatkan uji alternatif Fisher's Exact Test menghasilkan probabilitas p = 0,048 (p < 0,05), yang mengonfirmasi keberadaan korelasi signifikan secara statistik antara habituasi asupan teh sesaat setelah makan dengan risiko presipitasi anemia. Temuan ini mempertegas bahwa perilaku konsumsi teh postprandial berkontribusi nyata terhadap risiko anemia gizi besi, yang berpotensi diperberat oleh intensitas aktivitas fisik harian. Oleh sebab itu, penguatan program promosi kesehatan melalui edukasi literasi gizi terstruktur krusial diimplementasikan demi mengoptimalkan upaya preventif di lingkungan pesantren.