Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Creative Economy Training on Bossara Lid Making in Kampala Village, Sinjai Timur District: Pelatihan Ekonomi Kreatif Pembuatan Penutup Bosara di Desa Kampala Kecamatan Sinjai Timur Nurhayani
PADAIDI: Journal of Tourism Dedication Vol. 1 No. 2 (2024): Juli-Desember 2024
Publisher : Politeknik Pariwisata Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33649/padaidi.v1i2.135

Abstract

Creative economy development is a sustainable option to maintain economic resilience amid the global crisis. The natural economy must be developed because it holds great potential to create a significant economic impact, establish a conducive business environment, and shape a national image and identity based on innovation, creativity, and competitiveness. It also upholds national values and has a positive impact on society. The activity conducted was a training program on the production of bosara covers in Kampala Village. The implementation of this activity consisted of several stages: observation, interviews, and the training phase itself, which included theoretical sessions and practical training on making bosara covers. The target participants for this training were the PKK women’s group and the Majelis Ta'lim. The purpose of this training was to enhance the creativity of the community, enabling them to produce items that could contribute to their economic well-being. The outcome of the training was the creation of bosara covers that can be marketed to meet economic needs. Additionally, participants were able to learn the process of manufacturing bosara covers.
Creative Economy Training on Bossara Lid Making in Kampala Village, Sinjai Timur District: Pelatihan Ekonomi Kreatif Pembuatan Penutup Bosara di Desa Kampala Kecamatan Sinjai Timur Nurhayani
PADAIDI: Journal of Tourism Dedication Vol. 1 No. 2 (2024): Juli-Desember 2024
Publisher : Politeknik Pariwisata Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33649/padaidi.v1i2.135

Abstract

Creative economy development is a sustainable option to maintain economic resilience amid the global crisis. The natural economy must be developed because it holds great potential to create a significant economic impact, establish a conducive business environment, and shape a national image and identity based on innovation, creativity, and competitiveness. It also upholds national values and has a positive impact on society. The activity conducted was a training program on the production of bosara covers in Kampala Village. The implementation of this activity consisted of several stages: observation, interviews, and the training phase itself, which included theoretical sessions and practical training on making bosara covers. The target participants for this training were the PKK women’s group and the Majelis Ta'lim. The purpose of this training was to enhance the creativity of the community, enabling them to produce items that could contribute to their economic well-being. The outcome of the training was the creation of bosara covers that can be marketed to meet economic needs. Additionally, participants were able to learn the process of manufacturing bosara covers.
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Penguatan Kapasitas UMKM di Desa Balleanging Kabupaten Bulukumba Muh. Irshan Sachrir; Nurhayani; Agung Muliaman Anas; Khaerun Nisa SH; Dwiyanti
PADAIDI: Journal of Tourism Dedication Vol. 3 No. 2 (2026): PADAIDI: Journal of Tourism Dedication
Publisher : Politeknik Pariwisata Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33649/padaidi.v3i2.1154

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas UMKM sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat di Desa Balleanging, Kecamatan Ujungloe, Kabupaten Bulukumba. Permasalahan utama yang dihadapi pelaku usaha mikro meliputi keterbatasan manajemen usaha, pemasaran, pencatatan sederhana, jejaring pasar, serta adaptasi terhadap teknologi digital. Metode kegiatan menggunakan pendekatan pendampingan partisipatif melalui observasi awal, koordinasi dengan pemerintah desa, sosialisasi program, penyampaian materi, diskusi kelompok, dan refleksi tindak lanjut. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendampingan mampu meningkatkan kesadaran peserta mengenai pentingnya kapasitas usaha yang tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga pada manajemen, pemasaran, pencatatan, kelembagaan, dan keberlanjutan usaha. Kegiatan ini menghasilkan pemetaan masalah UMKM, model penguatan kapasitas, dan rencana tindak lanjut berupa pendampingan pemasaran, legalitas, katalog produk desa, serta penguatan jejaring usaha. Program ini menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi masyarakat desa perlu dibangun melalui penguatan kapasitas UMKM secara bertahap, kontekstual, dan kolaboratif.
Pendampingan Keuangan Tangguh: Strategi Penguatan Ketahanan Ekonomi Keluarga dan UMKM Desa Mattiro Uleng Agung Muliaman Anas; Nurhayani; Andi Anggi Kemalasari; Adriansyah; Andi Ameilia Sari Riandika
PADAIDI: Journal of Tourism Dedication Vol. 3 No. 2 (2026): PADAIDI: Journal of Tourism Dedication
Publisher : Politeknik Pariwisata Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33649/padaidi.v3i2.1155

Abstract

Desa Mattiro Uleng, sebuah desa pesisir di Kecamatan Liukang Tupabbiring Utara, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, dihuni mayoritas keluarga nelayan dengan pendapatan musiman yang membuat rumah tangga sekaligus usaha mikro (UMKM) mereka rentan mengalami tekanan keuangan; kondisi ini diperparah oleh kebiasaan mencampur kas usaha dan rumah tangga serta minimnya dana darurat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan melaksanakan dan mengevaluasi pendampingan keuangan tangguh yang mengintegrasikan penguatan ketahanan ekonomi keluarga dan usaha bagi pelaku UMKM di desa tersebut. Kegiatan dilaksanakan pada 25 keluarga pelaku UMKM selama tiga hari (26–28 Juni 2026) melalui pendekatan participatory action community service, meliputi asesmen awal, pelatihan literasi keuangan, pendampingan penyusunan anggaran dan pemisahan kas, serta pendampingan pembentukan dana darurat, dengan evaluasi pre-test dan post-test yang dianalisis menggunakan uji-t berpasangan dan uji McNemar. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan skor literasi keuangan dari 46,2 menjadi 78,5 dan indeks ketahanan keuangan dari 39,8 menjadi 71,4 secara signifikan, serta peningkatan proporsi peserta yang menyusun anggaran (12% menjadi 76%), memisahkan kas usaha-rumah tangga (8% menjadi 68%), dan memiliki dana darurat (4% menjadi 52%) yang juga signifikan secara statistik. Temuan ini menunjukkan bahwa pendampingan berkelanjutan efektif memperkuat ketahanan ekonomi keluarga dan usaha, sekaligus merekomendasikan keberlanjutan program bagi desa pesisir serupa.
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Penguatan Kapasitas UMKM di Desa Balleanging Kabupaten Bulukumba Muh. Irshan Sachrir; Nurhayani; Agung Muliaman Anas; Khaerun Nisa SH; Dwiyanti
PADAIDI: Journal of Tourism Dedication Vol. 3 No. 2 (2026): PADAIDI: Journal of Tourism Dedication
Publisher : Politeknik Pariwisata Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33649/padaidi.v3i2.1154

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas UMKM sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat di Desa Balleanging, Kecamatan Ujungloe, Kabupaten Bulukumba. Permasalahan utama yang dihadapi pelaku usaha mikro meliputi keterbatasan manajemen usaha, pemasaran, pencatatan sederhana, jejaring pasar, serta adaptasi terhadap teknologi digital. Metode kegiatan menggunakan pendekatan pendampingan partisipatif melalui observasi awal, koordinasi dengan pemerintah desa, sosialisasi program, penyampaian materi, diskusi kelompok, dan refleksi tindak lanjut. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendampingan mampu meningkatkan kesadaran peserta mengenai pentingnya kapasitas usaha yang tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga pada manajemen, pemasaran, pencatatan, kelembagaan, dan keberlanjutan usaha. Kegiatan ini menghasilkan pemetaan masalah UMKM, model penguatan kapasitas, dan rencana tindak lanjut berupa pendampingan pemasaran, legalitas, katalog produk desa, serta penguatan jejaring usaha. Program ini menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi masyarakat desa perlu dibangun melalui penguatan kapasitas UMKM secara bertahap, kontekstual, dan kolaboratif.
Pendampingan Keuangan Tangguh: Strategi Penguatan Ketahanan Ekonomi Keluarga dan UMKM Desa Mattiro Uleng Agung Muliaman Anas; Nurhayani; Andi Anggi Kemalasari; Adriansyah; Andi Ameilia Sari Riandika
PADAIDI: Journal of Tourism Dedication Vol. 3 No. 2 (2026): PADAIDI: Journal of Tourism Dedication
Publisher : Politeknik Pariwisata Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33649/padaidi.v3i2.1155

Abstract

Desa Mattiro Uleng, sebuah desa pesisir di Kecamatan Liukang Tupabbiring Utara, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, dihuni mayoritas keluarga nelayan dengan pendapatan musiman yang membuat rumah tangga sekaligus usaha mikro (UMKM) mereka rentan mengalami tekanan keuangan; kondisi ini diperparah oleh kebiasaan mencampur kas usaha dan rumah tangga serta minimnya dana darurat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan melaksanakan dan mengevaluasi pendampingan keuangan tangguh yang mengintegrasikan penguatan ketahanan ekonomi keluarga dan usaha bagi pelaku UMKM di desa tersebut. Kegiatan dilaksanakan pada 25 keluarga pelaku UMKM selama tiga hari (26–28 Juni 2026) melalui pendekatan participatory action community service, meliputi asesmen awal, pelatihan literasi keuangan, pendampingan penyusunan anggaran dan pemisahan kas, serta pendampingan pembentukan dana darurat, dengan evaluasi pre-test dan post-test yang dianalisis menggunakan uji-t berpasangan dan uji McNemar. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan skor literasi keuangan dari 46,2 menjadi 78,5 dan indeks ketahanan keuangan dari 39,8 menjadi 71,4 secara signifikan, serta peningkatan proporsi peserta yang menyusun anggaran (12% menjadi 76%), memisahkan kas usaha-rumah tangga (8% menjadi 68%), dan memiliki dana darurat (4% menjadi 52%) yang juga signifikan secara statistik. Temuan ini menunjukkan bahwa pendampingan berkelanjutan efektif memperkuat ketahanan ekonomi keluarga dan usaha, sekaligus merekomendasikan keberlanjutan program bagi desa pesisir serupa.