Theresia Dewi Kartini
Poltekkes Kemenkes, Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Uji Penerimaan Makaroni Schotel Berbahan Dasar Ikan Lele (Clarias sp.) dan Labu Kuning sebagai Makanan Alternatif Pencegahan Stunting Debora Semly; Theresia Dewi Kartini; Nursalim
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2651

Abstract

Stunting berkaitan dengan kekurangan gizi kronis dan kondisi pemberian makan pada masa awal kehidupan. Pengembangan pangan berbasis bahan lokal dapat menjadi salah satu pendekatan untuk memperluas pilihan makanan yang menyediakan energi, protein, serta zat gizi mikro. Penelitian ini bertujuan mengembangkan makaroni schotel berbahan dasar ikan lele (Clarias sp.) dengan penambahan labu kuning dan membandingkan estimasi kandungan gizi serta penerimaan sensoris dua formulasi. Penelitian menggunakan dua formulasi, yaitu Formula A tanpa labu kuning dan Formula B dengan penambahan 50 g labu kuning. Estimasi energi, protein, lemak, karbohidrat, zat besi, dan vitamin A dihitung menggunakan Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI). Uji penerimaan dilakukan oleh 25 panelis semi-terlatih yang menilai kedua formulasi pada sesi yang sama menggunakan skala hedonik empat poin untuk warna, aroma, rasa, tekstur, dan penerimaan keseluruhan. Perbedaan skor berpasangan dianalisis dengan Wilcoxon Signed-Rank Test pada α=0,05. Formula B menunjukkan estimasi kandungan gizi yang lebih tinggi daripada Formula A, dengan perbedaan paling besar pada vitamin A. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan bermakna pada warna (p=0,027), aroma (p=0,044), rasa (p=0,018), tekstur (p=0,002), dan penerimaan keseluruhan (p=0,039). Hasil ini menunjukkan bahwa Formula B berpotensi dikembangkan sebagai alternatif pangan lokal bergizi. Namun, penelitian ini tidak mengukur status gizi, pertumbuhan, asupan jangka panjang, atau kejadian stunting sehingga belum dapat membuktikan efektivitas produk dalam mencegah stunting.