Sefanya Sairlitiata
PSDKU Universitas Pattimura, Kabupaten Maluku Barat Daya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENERAPAN MODEL AIR (AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA SEBAGAI NILAI KEHIDUPAN BAGI SISWA DI KELAS IV SD INPRES TOUNWAWAN Mesya Amanda Imea; Nathalia Y. Johanes; Sefanya Sairlitiata
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i4.15368

Abstract

This study was motivated by the low learning outcomes of Grade IV students at SD Inpres Tounwawan in Pancasila Education, particularly on the topic of Pancasila as life values. The predominance of conventional and lecture-based teaching methods left students disengaged and unable to internalize Pancasila values optimally. This study aims to improve Pancasila Education learning outcomes through the implementation of the Auditory Intellectually Repetition (AIR) model among Grade IV students at SD Inpres Tounwawan. A Classroom Action Research (CAR) design based on the Kemmis and McTaggart model was employed, conducted in two cycles comprising planning, implementation, observation, and reflection. The research subjects were 20 Grade IV students of SD Inpres Tounwawan in the 2025/2026 academic year selected using a total sampling technique. Data were collected through cognitive learning outcome tests, teacher and student activity observation sheets, and documentation. Data analysis techniques utilized descriptive quantitative analysis to calculate class mean scores and classical mastery percentages, alongside descriptive qualitative analysis for instructional observation data. The results demonstrated a significant and progressive improvement in student learning outcomes. Classical completeness increased from 35% (7 students) in the pre-cycle to 45% (9 students) in Cycle I, and reached 100% (20 students) in Cycle II. The class average score also rose from 65 in the pre-cycle to 67 in Cycle I, and ultimately reached 79 in Cycle II. This study concludes that the AIR model, which integrates Auditory, Intellectually, and Repetition components, is effective in improving Pancasila Education learning outcomes for Grade IV elementary school students. ABSTRAK Rendahnya hasil belajar siswa kelas IV SD Inpres Tounwawan pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila, khususnya materi Pancasila sebagai nilai kehidupan, menjadi latar belakang penelitian ini. Proses pembelajaran yang masih didominasi metode konvensional dan ceramah menyebabkan siswa kurang aktif dan tidak mampu menginternalisasi nilai-nilai Pancasila secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila melalui penerapan model Auditory Intellectually Repetition (AIR) pada siswa kelas IV SD Inpres Tounwawan. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) mengacu pada model Kemmis dan McTaggart, yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 20 siswa kelas IV SD Inpres Tounwawan tahun ajaran 2025/2026 yang ditentukan menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar kognitif, lembar observasi aktivitas guru dan siswa, serta dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif untuk menghitung rata-rata nilai dan persentase ketuntasan belajar klasikal, serta analisis deskriptif kualitatif untuk data hasil observasi proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa yang signifikan secara bertahap. Ketuntasan klasikal meningkat dari 35% (7 siswa) pada prasiklus menjadi 45% (9 siswa) pada siklus I, dan mencapai 100% (20 siswa) pada siklus II. Nilai rata-rata kelas turut meningkat dari 65 pada prasiklus menjadi 67 pada siklus I dan mencapai 79 pada siklus II. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model AIR yang mengintegrasikan komponen Auditory, Intellectually, dan Repetition terbukti efektif meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila siswa kelas IV sekolah dasar.