Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Kepala Program Tahfizh Al-Qur’an Dalam Meningkatkan Kualitas Hafalan Santri Pondok Pesantren At-Thoyyibah Pageruyung Kendal Azkiyatul Amilah; Anjaludin Anjaludin; Nur Azizah
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 6 (2026): Desember
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i6.3170

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi Kepala Program Tahfizh Al-Qur'an dalam meningkatkan kualitas hafalan santri di Pondok Pesantren At-Thoyyibah Pageruyung Kendal dan mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi strategi tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Kepala Program Tahfizh Al-Qur'an mencakup tiga aspek utama: (1) strategi perencanaan yang fleksibel dan individual dengan penekanan pada standar tartil; (2) strategi pelaksanaan melalui pendekatan keteladanan, pembiasaan, dan pendampingan langsung; serta (3) strategi evaluasi yang berjenjang dan berkelanjutan melalui setoran harian dan tes kenaikan juz. Faktor pendukung utama meliputi muroja'ah yang konsisten, suasana tenang dan kondusif, teman yang mendukung, peran aktif Kepala Program, serta hubungan spiritual dan ketenangan pikiran. Adapun faktor penghambatnya adalah konsistensi dan mood santri yang fluktuatif, pengaruh teman negatif, keramaian, kesulitan membagi waktu, mudah lupa, dan faktor internal seperti mental, pikiran, dan rasa malas. Namun masih terdapat beberapa kelemahan sistem pada strategi-strategi yang diterapkan seperti kurangnya pemahaman santri terkait standar kualitas hafalan dan ketidakmerataan dalam monitoring perkembangan hafalan santri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan program tahfidz tidak semata-mata ditentukan oleh satu faktor, melainkan merupakan hasil sinergi antara pendekatan struktural dan humanis yang diterapkan oleh Kepala Program secara konsisten.