Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan manajemen bimbingan dan konseling dalam mengembangkan karakter siswa di MTs Darunnajah 2 Cipining Bogor serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Informan ditentukan secara purposif, terdiri atas Kepala MTs Darunnajah 2 Cipining, Kepala Divisi Bimbingan dan Konseling, dan siswa. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi non-partisipan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen bimbingan dan konseling di MTs Darunnajah 2 Cipining dilaksanakan melalui empat fungsi manajemen. Pertama, perencanaan berupa penyusunan program tahunan dan program semester berbasis kebutuhan siswa yang bersumber dari informasi guru BK, wali kelas, dan guru mata pelajaran, serta mengacu pada nilai Panca Jiwa Pesantren. Kedua, pengorganisasian berupa pembagian tugas antara guru BK, wali kelas, guru mata pelajaran, dan musyrif asrama yang tercantum dalam struktur organisasi madrasah. Ketiga, pelaksanaan melalui bimbingan klasikal, konseling individu, dan bimbingan kelompok yang diperkuat pembiasaan harian di sekolah dan asrama. Keempat, pengawasan melalui monitoring berkala, evaluasi akhir semester, dan tindak lanjut perbaikan program. Pengembangan karakter difokuskan pada nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, kejujuran, sopan santun, dan kepedulian terhadap sesama. Faktor pendukung meliputi dukungan kepala madrasah, kerja sama antarunsur pembina, dan budaya kekeluargaan serta ukhuwah pesantren yang memungkinkan pembinaan berlangsung 24 jam. Faktor penghambat meliputi padatnya kegiatan siswa, keterbatasan ruang konseling yang privat, rasio guru BK yang belum ideal, keterbatasan komunikasi dengan orang tua, dan sebagian siswa yang belum terbuka.