Elementary school pupils need to have basic motor abilities, such as manipulative throwing and catching. However, learning outcomes for fourth-grade students at SDN Cahaya Baru showed that these abilities were not yet at their best because some of the children had failed to meet the Minimum Mastery Criteria (KKM). This study used a game-based cooperative learning model with the Teams Games Tournament (TGT) strategy to enhance manipulative throwing and catching abilities. Based on the Kemmis and McTaggart model, the study used the Classroom Action Research (CAR) technique, which consists of four stages that were carried out over two cycles: planning, action implementation, observation, and reflection. Twelve boys and nine girls from SDN Cahaya Baru's fourth grade served as the subjects. Quantitative descriptive methods based on average scores and learning mastery percentages were used to analyse the data, which were gathered through observation and the evaluation of manipulative movement skills. The outcomes showed that the students' manipulative movement skills were successfully enhanced by the game-based TGT Cooperative Learning paradigm. With a classical mastery percentage of 57.14% (12 students attaining mastery), the average score in Cycle I was 70.83. The average score increased to 80.36 in Cycle II, and 19 pupils attained a classical mastery rate of 90.48%. These results lead to the conclusion that fourth-grade students at SDN Cahaya Baru can improve their manipulative throwing and catching skills by using the game-based Teams Games Tournament (TGT) Cooperative Learning model. ABSTRAK Siswa sekolah dasar perlu memiliki kemampuan motorik dasar, seperti keterampilan melempar dan menangkap secara manipulatif. Namun, hasil belajar siswa kelas empat di SDN Cahaya Baru menunjukkan bahwa kemampuan tersebut belum optimal karena sebagian siswa belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Penelitian ini menggunakan model pembelajaran kooperatif berbasis permainan dengan strategi Teams Games Tournament (TGT) untuk meningkatkan kemampuan melempar dan menangkap secara manipulatif. Berdasarkan model Kemmis dan McTaggart, penelitian ini menggunakan teknik Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari empat tahapan yang dilaksanakan dalam dua siklus: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah 12 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan dari kelas empat SDN Cahaya Baru. Metode deskriptif kuantitatif yang didasarkan pada nilai rata-rata dan persentase ketuntasan belajar digunakan untuk menganalisis data yang dikumpulkan melalui observasi dan evaluasi keterampilan gerak manipulatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan gerak manipulatif siswa berhasil ditingkatkan melalui model pembelajaran kooperatif TGT berbasis permainan. Dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 57,14% (12 siswa mencapai ketuntasan), nilai rata-rata pada Siklus I adalah 70,83. Nilai rata-rata meningkat menjadi 80,36 pada Siklus II, dan 19 siswa mencapai tingkat ketuntasan klasikal sebesar 90,48%. Hasil ini menyimpulkan bahwa siswa kelas empat SDN Cahaya Baru dapat meningkatkan keterampilan melempar dan menangkap secara manipulatif dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif Teams Games Tournament (TGT) berbasis permainan.